Warga Kena Karantina Corona di India Dicap Tangannya
Warga Kena Karantina Corona di India Dicap Tangannya
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Kamis, 9 April 2020 | 04:58 WIB

Warga Kena Karantina Corona di India Dicap Tangannya

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/04/09/5e8e08bbeece0-virus-corona-dan-warga-yang-karantina-di-india-dicap-khusus-kami-merasa-seperti-berada-di-kebun-binatang_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

 

Sebuah rumah di Delh
BBC
Peringatan ditempelkan pada rumah warga India yang sedang melakukan isolasi mandiri.

 

India mengkarantina puluhan ribu orang di rumah mereka. Tetapi beberapa langkah yang dirancang untuk membuat warga tetap tinggal di rumah - seperti tanda-tanda yang dipasang di luar rumah dan merilis data pribadi mereka - telah menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Wartawan BBC Vikas Pandey melaporkan.

Keluarga Bharat Dhingra yang beranggotakan enam orang telah berada di "karantina rumah" di ibu kota India, Delhi, sejak saudara laki-laki dan iparnya kembali dari AS pada 22 Maret.

Tidak ada yang menunjukkan gejala, tetapi seluruh keluarga mengikuti saran pemerintah untuk melakukan karantina mandiri.

Kemudian pejabat memasang stiker di luar rumah mereka yang bertuliskan: "Jangan berkunjung. Penghuni rumah sedang dikarantina".

Tanda itu seharusnya memastikan orang mematuhi aturan. Tetapi bagi orang-orang seperti Dhingra - yang sudah mengikuti aturan itu - tanda itu telah menyebabkan "stres dan tekanan psikologis".

 

 

"Rumah kami telah menjadi seperti kebun binatang" katanya kepada BBC. "Orang-orang mengambil gambar rumah kami ketika mereka lewat. Tetangga kami menyuruh kami masuk ke dalam rumah, bahkan ketika kami hanya melangkah ke balkon sebentar.

 

A sealed building in Assam
Getty Images
Beberapa bangunan juga diisolasi di berbagai wilayah di India.

 

"Kami juga memahami bahwa rumah-rumah yang warganya dikarantina perlu ditandai untuk kesadaran," ujarnya. "Pejabat pemerintah sangat baik kepada kami, tetapi sikap beberapa orang yang menyakitkan.

"Beberapa orang membagikan foto rumah kami di grup WhatsApp lokal sebagai peringatan."

Dia mengatakan itu melanggar privasi keluarganya.

"Orang-orang perlu menyadari bahwa karantina di rumah adalah tindakan pencegahan - itu tidak berarti kami terinfeksi, tetapi katakanlah bahkan jika kami terinfeksi, kami tidak perlu dikucilkan."

 

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...