Pertama di AS, Anjing Pug Positif Terinfeksi Virus Corona

Pertama di AS, Anjing Pug Positif Terinfeksi Virus Corona

Rabu, 29 April 2020 | 13:16 WIB
Sang anjing tertular virus dari pemiliknya.
Anjing Pug.
Photo :
  • U-Report

Anjing Pug.

VIVA – Seekor anjing pug di North Carolina dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19, lantaran tertular dari pemiliknya yang tinggal di Chapel Hill. Diduga ini merupakan kasus pertama seekor anjing tertular virus corona di Amerika Serikat.

Anjing bernama Winston itu diuji oleh Duke University, setelah pemiliknya yakni keluarga McLean juga positif terjangkit virus. Selain anjing tersebut, tiga anjing lainnya juga dinyatakan positif, sementara seekor kucing di rumah yang sama dinyatakan negatif.

Chris Woods, penyelidik utama untuk studi Duke mengatakan Winston mungkin anjing pertama di negara itu yang terkonfirmasi positif terjangkit corona. Menurut pemilik anjing, Heather McLean yang bekerja sebagai profesor pediatri di Duke University School of Medicine, Winston memiliki gejala ringan.

"Pugs agak tidak biasa karena batuk dan bersin dengan cara yang sangat aneh. Jadi sepertinya dia tersedak, dan suatu hari dia tidak mau makan sarapannya. Pugs biasanya suka makan, jadi sepertinya ini sangat tidak biasa," kata McLean, dilansir NBC News, Rabu 29 April 2020.

BenMcLean, putranya, mengatakan masuk akal anjing itu terkena virus karena hewan peliharaan mereka menjilati semua piring makan keluarga, dan bahkan tidur di tempat tidur keluarga.

Selain di Amerika Serikat, seekor anjing berusia 17 tahun terinfeksi virus corona di Hong Kong meninggal bulan lalu, meskipun penyebab kematiannya tidak jelas karena pemiliknya menolak autopsi.

Pedoman tentang hewan peliharaan dari Centers for Disease Control and Prevention mengatakan tidak ada bukti hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus yang menyebabkan COVID-19. Namun CDC merekomendasikan para pemilik memperlakukan hewan peliharaannya seperti halnya anggota keluarga lainnya.

"Jangan biarkan hewan peliharaan berinteraksi dengan orang atau hewan di luar rumah. jika seseorang di dalam rumah sakit, isolasi orang itu dari orang lain, termasuk hewan peliharaan," tulis pernyataan CDC.