Tak Akurat, Sejarah Datangnya Kapten Cook ke Australia Mulai Dikoreksi
Tak Akurat, Sejarah Datangnya Kapten Cook ke Australia Mulai Dikoreksi
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12
Jumat, 1 Mei 2020 | 16:01 WIB

Tak Akurat, Sejarah Datangnya Kapten Cook ke Australia Mulai Dikoreksi

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/05/01/5eabe43c89374-n-a_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Kapten Cook dari Inggris bersama krunya saat mendarat pertama kali di Australia. Apa yang dikatakan saat itu kini dibantah.

Kisah pendaratan Kapten James Cook dari Inggris ke Teluk Botany sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang Australia. Tapi warga keturunan Aborigin menyebut adanya kekeliruan dalam kisah tersebut.

Tepat 250 tahun lalu, Kapten Cook bersama kru kapal HMS Endeavour tiba di Australia tanggal 29 April 1770, sore hari. Kisah pendaratan mereka selama ini hanya bersumber dari versi buku harian pelaut-pelaut Inggris di kapal itu.

Mereka menggambarkan saat hendak berlayar ke arah pantai mendapat ancaman dari penduduk asli yang berada di sana.

Sydney Parkinson, seorang seniman yang bekerja di kapal, menulis dalam buku hariannya bahwa penduduk setempat membuat gerakan mengancam dengan tombak sembari berteriak "warra warra wai", seolah menyuruh mereka "pergi dari sini".

Selama ratusan tahun isi buku hariannya itulah yang jadi sumber kisah kontak pertama pelaut Inggris dan orang Aborigin.

Kini para keturunan orang Aborigin mengoreksi hal itu, dengan memberikan perspektif mengenai makna sebenarnya dari teriakan para pejuang Aborign yang menentang para pendatang itu.

A man looking into the distance
Ray Ingrey dari dewan tanah adat aborigin La Perouse.

ABC News: Elana de Bruijne

 

"Warra adalah kata dasar yang artinya putih atau mati dalam bahasa kami," ujar Ray Ingrey, warga suku Dharawal dan wakil ketua Dewan Tanah Adat Aborigin La Perouse.

"Selama ini karena orang luar yang selalu menceritakan kisah kami, kata ini diterjemahkan secara berbeda menjadi "pergi"," katanya.

"Bagi orang luar mungkin akan berpikir arti kata itu adalah "pergi". Tapi bagi kami artinya adalah "Kalian semua sudah mati"," tambah Ingrey.

Meskipun mungkin terdengar sebagai ancaman, namun kata-kata yang diteriakkan orang Aborigin itu, menurut Ingery, boleh jadi ditujukan kepada penduduk asli Australia saat itu sebagai peringatan datangnya bahaya.


Gambar rekaan menunjukkan dua warga aborigin mengacung-acungkan tombak ke arah kapal Kapten Cook, dibuat berdasarkan cerita versi pelaut Inggris.

"Ketika leluhur kami melihat kedatangan kapal HMS Endeavour, mereka menganggap hal itu sebagai segumpal awan rendah karena yang mereka lihat hanyalah layar putih di kejauhan," katanya.

"Dalam budaya suku Dharawal, awan rendah itu merupakan arwah orang mati yang kembali ke kampung mereka. Jadi mereka seperti melihat datangnya hantu," jelas Ingrey.

Dari perspektif penduduk setempat, katanya, tindakan dua orang pejuang Aborigin yang menentang kedatangan para pelaut Inggris ke pantai merupakan upaya spiritual melindungi kampungnya dari hantu.

Saksikan Juga

Caroline Flack, Host Terkenal di London Ditemukan Tewas

TVONE NEWS - 6 bulan lalu
loading...