Mayat WNI Dibuang dari Kapal China, GP Ansor: Ini Tindakan Biadab
Kamis, 7 Mei 2020 | 05:24 WIB

Mayat WNI Dibuang dari Kapal China, GP Ansor: Ini Tindakan Biadab

Video pelarungan ABK asal Indonesia viral di dunia maya
Gus Yaqut
Photo :
  • Screenshoot video GP Ansor

Gus Yaqut

VIVA – Viral video pelarungan mayat anak buah kapal atau ABK asal Indonesia yang disiarkan stasiun televisi Korea Selatan menjadi sorotan. Banyak yang mengecam aksi sadis ini termasuk, Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas lewat rilis yang diterima VIVA mengungkapkan, mengutuk keras dugaan kasus human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 18 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal China bernama Longxing.

“Tragedi kemanusiaan yang menimpa 18 ABK asal Indonesia tersebut adalah bentuk-bentuk perbudakan modern (modern slavery) dan diduga keras telah terjadi TPPO," tegas Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Kamis, 7 Mei 2020.

Yaqut yakin hal itu bentuk perbudakan modern terlihat dari  cara perusahaan menangani ABK yang sedang sakit hingga penguburannya yang tidak manusiawi dengan cara melarung ke laut. 

"Ini tindakan biadab, sebab itu kami mengutuk keras,” tegas Yaqut.