Terpidana Narkoba Dijatuhi Hukuman Mati via Zoom di Singapura
Terpidana Narkoba Dijatuhi Hukuman Mati via Zoom di Singapura
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12

Terpidana Narkoba Dijatuhi Hukuman Mati via Zoom di Singapura

Kamis, 21 Mei 2020 | 10:36 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/05/21/5ec5f37125952-covid-19-pertama-kalinya-di-singapura-terpidana-narkoba-dijatuhi-hukuman-mati-via-zoom_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

Seorang laki-laki dijatuhi hukuman mati melalui panggilan video Zoom di Singapura, saat negara itu menjalani karantina wilayah menyusul lonjakan kasus Covid-19.

Punithan Genasan, 37, menerima hukuman pada hari Jumat atas andilnya dalam transaksi narkoba yang terjadi pada tahun 2011.

Ini pertama kalinya di Singapura putusan seberat hukuman mati dijatuhkan dari jarak jauh.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan menjatuhkan hukuman mati pada saat dunia sedang dilanda pandemi adalah tindakan "mengerikan".

 

 

Sebagian besar persidangan di Singapura ditunda hingga setidaknya 1 Juni, ketika periode lockdown saat ini akan berakhir.

Kasus-kasus yang dianggap esensial ditangani dari jarak jauh.

"Untuk keselamatan semua pihak yang terlibat dalam persidangan, persidangan untuk kasus Jaksa Penuntut Umum v Punithan A / L Genasan dilakukan melalui konferensi video," kata juru bicara Mahkamah Agung Singapura kepada Reuters.

Pengacara Genasan, Peter Fernando, mengatakan kliennya sedang mempertimbangkan untuk melakukan banding.

Singapura memiliki kebijakan toleransi nol untuk obat-obatan terlarang. Pada 2013, 18 orang dieksekusi, ”angka tertinggi dalam setidaknya dua dekade, menurut Amnesty International.

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...