Kerusuhan akibat Kematian George Floyd, Trump Ancam Kerahkan Militer
Kerusuhan akibat Kematian George Floyd, Trump Ancam Kerahkan Militer
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.23

Kerusuhan akibat Kematian George Floyd, Trump Ancam Kerahkan Militer

Selasa, 2 Juni 2020 | 09:28 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/06/02/5ed5b88e0f135-george-floyd-presiden-as-ancam-akan-kerahkan-militer-untuk-memadamkan-kerusuhan_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut penjarahan dan kerusuhan yang terjadi setelah kematian George Floyd adalah "tindakan teror domestik" dan berjanji akan mengerahkan militer jika kerusuhan masih terus terjadi.

Dalam pernyatan pers pertamanya sejak aksi demonstrasi bergulir, Trump mengatakan pelaku "teror" akan menghadapi hukuman pidana berat dan hukuman yang lama di penjara, seraya kembali menyebut kelompok ekstremis sayap kiri Antifa berada di balik aksi kerusuhan itu.

"Ketika kita berbicara, saya mengirim ribuan dan ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak disengaja," ujar Trump di Gedung Putih, Senin (02/06), sementara ketegangan antara pendemo dan polisi terjadi di luar pagar Gedung Puth.

 

 

Sementara itu, kematian George Floyd yang memicu protes luas di seluruh AS, dinyatakan sebagai pembunuhan, merujuk pada hasil autopsi resmi.

Pria kulit hitam berusia 46 tahun itu menderita serangan jantung ketika ditahan oleh polisi Minneapolis, laporan itu menemukan.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang perwira polisi kulit putih terus berlutut di leher Floyd, bahkan setelah dia mengatakan bahwa dia tidak bisa bernapas, telah memicu kembali kemarahan yang mendalam terhadap pembunuhan polisi terhadap orang kulit hitam Amerika.

 

Protesters from various anti-fascist groups rally in New York
Getty Images
Kemarahan akibat kematian George Floyd telah menyebabkan aksi protes selama enam hari berturut-turut di Amerika Serikat

 

Kemarahan itu telah menyebabkan aksi protes selama enam hari berturut-turut di Amerika Serikat dan dianggap sebagai salah satu kekacauan sipil dan rasial terburuk dalam tempo puluhan tahun.

Aparat polisi, Derek Chauvin, telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga dan akan disidang minggu ini.

Tiga petugas polisi lainnya telah dipecat.

 

Apa yang dikatakan Trump?

 

Dalam pidato singkat yang disiarkan televisi dari Rose Garden di Gedung Putih, Presiden Trump mengancam akan mengerahkan militer untuk mengakhiri protes jika kota dan negara bagian gagal mengendalikan mereka.

Berbicara ketika suara pendemo di luar Gedung Putih dapat terdengar di latar belakang, Trump mengatakan "kami mengakhiri kerusuhan dan pelanggaran hukum" yang ia tuduhkan kepada "anarkis profesional" dan kelompok anti-fasis "Antifa".

 

US President Donald Trump walks between lines of riot police on Monday
Reuters
President Trump mengatakan para gubernur negara bagian harus "mendominasi" demonstrasi

Saksikan Juga