2 Jurnalis Filipina Divonis Bersalah Atas Kasus Pencemaran Nama Baik
Senin, 15 Juni 2020 | 13:04 WIB

2 Jurnalis Filipina Divonis Bersalah Atas Kasus Pencemaran Nama Baik

Keduanya diperintahkan untuk membayar 400.000 peso.
Pemimpin Redaksi Rappler, Maria Ressa.
Photo :
  • Rappler

Pemimpin Redaksi Rappler, Maria Ressa.

VIVA – Pengadilan di Manila, Filipina menyatakan Pemimpin Redaksi dan CEO Rappler, Maria Ressa, beserta mantan peneliti dan penulis Rappler, Raynaldo Santos, bersalah atas tuduhan pencemaran nama baik di dunia maya, pada Senin 15 Juni 2020.

Menurut laporan Rappler, vonis keduanya diputuskan di Pengadilan Manila Regional Trial Court (RTC) Branch 46 oleh hakim Rainalda Estacio-Montesa. Keduanya diperintahakan untuk membayar 200.000 peso (Rp56 juta) untuk kerusakan moral dan 200.000 peso lainnya untuk peringatan.

Baca Juga: 80 Mal di Jakarta Mulai Buka Kembali Hari Ini

Hakim Estacio-Montesa memutuskan bahwa hanya Ressa dan Santos yang bersalah atas tuduhan pencemaran nama baik di dunia maya. Awalnya Rappler Inc juga didakwa dalam gugatan ini.

Namun, pengadilan hanya menghukum Ressa dan Santos 6 bulan 1 hari hingga 6 tahun penjara atas tuduhan yang diajukan oleh pengusaha Wilfredo Keng dalam UU kejahatan dunia maya Filipina yang kontroversial.