Negara-negara Tetangga Indonesia Longgarkan Kebijakan soal Corona
Negara-negara Tetangga Indonesia Longgarkan Kebijakan soal Corona
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12
Kamis, 18 Juni 2020 | 05:10 WIB

Negara-negara Tetangga Indonesia Longgarkan Kebijakan soal Corona

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/06/17/5eea4a0a5ba9e-virus-corona-beijing-batasi-lagi-pergerakan-warga-singapura-mulai-longgar_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Pasar besar Xinfadi di Beijing sekarang ditutup karena menjadi sumber penyebaran baru kasus COVID-19 di ibukota China tersebut.

Anda mungkin mengetahui perkembangan terbaru dari pandemi COVID-19 di Indonesia atau di Australia, namun bagaimana dengan kondisi di negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.?

Berikut laporan yang dikumpulkan ABC Indonesia mengenai situasi terkini pandemi COVID-19 di beberapa negara Asia Tenggara.

Kondisi terkini di China, yang menjadi asal wabah virus corona, serta kawasan di sekitarnya, seperti Hong Kong dan Taiwan juga ada dalam laporan ini.

Data yang kami tampilkan ini diakses terakhir pada hari Rabu, 17 Juni 2020.

Singapura

Jumlah kasus 40.969, meninggal 26, sembuh 31.163

People in malls queue at a temperature checking point. Penanganan Singapura saat wabah virus corona pertama muncul mendapat pujian, sebelum angka penularannya bertambah.

AP: Edgar Su

Di Singapura pemerintah setempat mengatakan negaranya akan memasuki fase kedua terkait COVID-19 mulai Jumat besok (19/06).

Dalam fase kedua bisnis ritel, restoran, fasilitas publik dan klub boleh kembali namun semua pengunjung tetap diminta melakukan social distancing paling kurang berdiri dalam jarak satu meter jauhnya.

Angka penularan virus corona di Singapura dilaporkan stabil, dengan kasus penularan diantara pekerja migran terus menurun dan tidak adanya kluster baru yang muncul.

Pusat perbelanjaan yang biasanya menampung orang dalam jumlah besar harus membatasi kapasitas pengunjung, selain mencegah adanya antrian dalam jumlah besar.

Namun di tempat-tempat dimana banyak orang berkumpul dan berinteraksi dalam waktu yang lama, untuk sementara tidak diizinkan dibuka.

Tempat-tempat tersebut termasuk pusat kegiatan keagamaan, perpustakaan dan museum.

Malaysia

Jumlah kasus 8.505, meninggal 121, sembuh 7.733

A woman wearing a hijab, headphones, face mask and a man wearing a mask come out of public public transport. Pada awal Mei 2020, pekerja migran di Malaysia diwajibkan untuk melakukan tes virus corona.

AP: Vincent Thian

Di Malaysia, penyebaran kasus COVID-19 dinyatakan sudah terkendali sehingga sekolah akan dibuka lagi mulai tanggal 24 Juni.

Pejabat kesehatan setempat mengatakan perjanjian terkait perjalanan dengan negara lain yang disebut "green bubble", seperti dengan Singapura, Thailand dan Brunei sedang dibicarakan, di mana tingkat penyebaran corona juga rendah, karenanya perjalanan antar negara bisa dilakukan lagi.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan pandemi telah berhasil dikuasai sehingga mereka sedang masa proses kembali menuju normal sampai tanggal 31 Agustus.

Pelarangan masih diberlakukan untuk perjalanan internasional, kunjungan ke taman hiburan, serta klub malam belum boleh beroperasi.

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...