Penangkapan Pertama di Bawah UU Keamanan Hong Kong Sudah Terjadi
Penangkapan Pertama di Bawah UU Keamanan Hong Kong Sudah Terjadi
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Kamis, 2 Juli 2020 | 08:12 WIB

Penangkapan Pertama di Bawah UU Keamanan Hong Kong Sudah Terjadi

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/02/5efd33b141a52-undang-undang-keamanan-hong-kong-penangkapan-pertama-di-bawah-uu-anti-protes-yang-baru_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

Kepolisian Hong Kong melakukan penangkapan pertama di bawah Undang Undang Keamanan Nasional baru yang diberlakukan oleh Beijing, saat digelar aksi massa menandai 23 tahun berakhirnya pemerintahan Inggris di wilayah tersebut.

Sebanyak 10 orang ditahan dengan tuduhan melanggar undang undang baru itu, termasuk seorang pria dengan bendera pro-kemerdekaan. Sekitar 360 lainnya ditahan dalam aksi yang tidak diizinkan itu.

Undang-Undang Keamanan Nasional menargetkan tindakan separatisme, subversi, dan terorisme, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Para aktivis mengatakan undang-undang itu bakal mengikis kebebasan, namun pemerintah China menolak kritik tersebut.

 

 

Kedaulatan Hong Kong diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997 dan hak-hak tertentu seharusnya dijamin selama setidaknya 50 tahun di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem".

Inggris saat ini mengatakan hingga tiga juta penduduk Hong Kong akan ditawari kesempatan untuk menetap di Inggris dan akhirnya dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Pada Rabu (01/07), ribuan orang berkumpul dalam pawai prodemokrasi tahunan untuk menandai peringatan akhir dari penjajahan Inggris.

Unjuk rasa ini tidak mengindahkan larangan pihak berwenang yang membatasi pertemuan lebih dari 50 orang, karena pandemi Covid-19.

Polisi menggunakan meriam air, gas air mata dan semprotan merica terhadap para demonstran.

Sebanyak tujuh polisi terluka, termasuk seorang petugas yang ditikam di bagian lengan oleh "perusuh yang memegang benda tajam", kata polisi.

Para tersangka melarikan diri dan orang-orang yang menyaksikan aksi penusukan itu tidak menawarkan bantuan, tambah polisi.

Satu dari 10 orang pendemo yang ditangkap dikenai undang-undang baru, yang diberlakukan setelah kerusuhan tahun lalu yang meluas. Pria yang ditangkap itu memegang bendera "Kemerdekaan Hong Kong".

Pria itu belum diidentifikasi, dan tidak jelas apakah dia akan dituntut secara hukum.

https://twitter.com/hkpoliceforce/status/1278201222457987073


Undang-undang ini telah dikecam oleh banyak negara dan para aktivis hak asasi manusia.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, menyebut langkah-langkah itu sebagai "serangan mencolok" terhadap kebebasan berbicara dan aksi protes.

Inggris juga telah memperbarui imbauan agar tidak melakukan perjalanan di Hong Kong, dengan mengatakan ada "peningkatan risiko penahanan, dan deportasi bagi penduduk tidak tetap".

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan China telah melanggar janjinya kepada rakyat Hong Kong.

Namun di Beijing, Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian, mendesak sejumlah negara agar melihat situasi secara objektif dan mengatakan China tidak akan mengizinkan campur tangan asing dalam urusan dalam negerinya.

Saksikan Juga

AS Tuding WHO Bela China Revisi Data Korban Corona di Wuhan

BERITA - 4 bulan lalu
loading...