Kisah Anak Dipaksa Orang Tua Bertindak Seksual untuk Dijual ke Pedofil
Kisah Anak Dipaksa Orang Tua Bertindak Seksual untuk Dijual ke Pedofil
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.22

Kisah Anak Dipaksa Orang Tua Bertindak Seksual untuk Dijual ke Pedofil

Kamis, 2 Juli 2020 | 12:56 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/02/5efd75bf41ece-orang-tua-di-filipina-paksa-putrinya-bertindak-seksual-untuk-dijual-ke-pedofil_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Sejak bulan Mei, delapan perempuan Filipina ditahan karena menjual jasa anak-anak mereka di internet dan 56 anak-anak diselamatkan pihak berwenang.

Aparat Kepolisian Federal Australia (AFP) yang menggerebek rumah seorang pedofil di Queensland terkejut mendapati bahan-bahan pelecehan seksual anak-anak ternyata disiapkan oleh ibu dari anak-anak itu sendiri.

Orang Tua Menjual Anak Sendiri:
- Eksploitasi seksual terhadap anak-anak di Asia Tenggara meningkat tiga kali lipat sejak pandemi dimulai
- Sejak Mei delapan perempuan Filipina ditahan karena menjual jasa anak-anak mereka di internet
- Beberapa pria Australia ditahan atas tuduhan membeli jasa layanan seksual di Filipina

Salah satunya dilakukan oleh Vilma (bukan nama sebenarnya) yang berusia 36 tahun. Ia adalah contoh dari banyak warga Filipina yang hidup dalam kemiskinan di Cebu.

Dia memiliki empat orang anak berusia antara 7 sampai 11 tahun dan harus mencari cara baru untuk bisa menghidupi diri dan keluarganya.

Dalam masa lima tahun, Vilma merekam video dan foto-foto, dan kemudian menayangkannya lewat internet dimana anak-anaknya melakukan tindakan serius.

Tayangan itu dijual kepada para pedofil di Australia, Jerman dan Amerika Serikat.

Untuk tayangan itu Vilma mendapat bayaran antara Rp 150 ribu sampai Rp 6 juta.

Pedofil ini akan menghubungi Vilma lewat media sosial seperti Facebook Messenger atau WhatsApp.

Kemudian dalam tayangan langsung, anak-anak ini dipaksa melakukan gerak-gerak seksual yang ditayangkan lewat kamera untuk kepuasan para pria yang membayar.

Seorang anak perempuan mengatakan dia tidak ingat lagi berapa kali dia harfus melakukan hal tersebut atas paksaan ibunya.

Barulah setelah petugas AFP menggerebek rumah seorang pedofil di Queensland, mereka menemukan apa yang dilakukan Vilma.

Polisi menemukan pria tersebut membayar untuk jasa video livestream dari Filipina.

A woman in an orange top standing before a judge in a court room
Vilma (kanan) dikenai hukuman penjara 20 tahun dan harus membayar kompensasi kepada anak-anaknya. (Supplied: International Justice Mission)

 

Di tahun 2018, Vilma dinyataka bersalah dan dihukum 20 tahun penjara.

Dia juga harus membayar denda uang dalam jumlah besar untuk anak-anaknya.

Pria Queensland tersebut merupakan salah satu dari tiga pria di Australia yang dinyatakan bersalah ikut berperan dalam penganiayaan seksual anak-anak di Filipina.

Keempat anak Viilma sekarang tinggal bersama keluarga angkat setelah mendapatkan bantuan psikologis atas apa yang mereka alami sebelumnya.

Mengapa orang tua mau memaksa anak mereka sendiri?

Saksikan Juga