Jerman Tolak Rencana Aneksasi Israel di Tepi Barat, Itu Ilegal
Jerman Tolak Rencana Aneksasi Israel di Tepi Barat, Itu Ilegal
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-dw-2.png?v=8.7.12
Kamis, 2 Juli 2020 | 18:16 WIB

Jerman Tolak Rencana Aneksasi Israel di Tepi Barat, Itu Ilegal

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/02/5efdc1a51c9ea-jerman-tolak-rencana-aneksasi-israel-di-tepi-barat-dan-menyebutnya-ilegal_663_382.jpg
Photo :
    dw

DW/T. Krämer

Jerman menyerukan Israel menghentikan rencananya untuk menganeksasi Tepi Barat, dengan mengatakan rencana itu "bertentangan dengan hukum internasional."

Seruan itu diajukan di parlemen Jerman, Bundestag oleh tiga partai dalam koalisi Kanselir Angela Merkel dan disetujui tanpa ada suara yang menentang. Semua kelompok di parlemen, selain partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), memperingatkan bahwa rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat akan membahayakan keamanan Israel dan perundingan solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan rencana itu mengancam stabilitas di seluruh kawasan Timur Tengah: "Perdamaian tidak bisa dicapai dengan langkah sepihak," ujar Maas.

Berbeda pendapat, Anton Friesen, dari AfD mengatakan aneksasi itu untuk kepentingan nasional Israel.

Tidak ada sanksi

Parlemen Jerman mengatakan mengancam Israel dengan sanksi atas masalah itu akan "tidak memiliki efek konstruktif." Langkah yang diambil tepat saat Jerman mengambil alih kepresidenan Uni Eropa ini mengurangi peluang dikeluarkannya sanksi dari Uni Eropa (UE) karena memerlukan dukungan bulat dari negara-negara anggota UE.

Israel berencana mulai menganeksasi pemukiman di Tepi Barat dan Lembah Yordan pada tanggal 1 Juli, tetapi rencana yang didukung Amerika Serikat itu terpental kembali. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pembicaraan dengan para kepala keamanannya sedang berlangsung.

Saksikan Juga

Ilmuwan Suntikkan Antibodi Pasien Sembuh ke Pasien Baru

TVONE NEWS - 4 bulan lalu