China Dituding di Balik Serangan ke Sejumlah Situs Milik Australia
China Dituding di Balik Serangan ke Sejumlah Situs Milik Australia
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12

China Dituding di Balik Serangan ke Sejumlah Situs Milik Australia

Jumat, 3 Juli 2020 | 04:50 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/03/5efe560be5a43-china-disebut-berada-di-balik-serangan-ke-sejumlah-situs-milik-australia_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Situs website Parlemen dan partai-partai politik Australia telah menjadi sasaran serangan siber belakangan ini.

Sejumlah pejabat Australia menyebut China berada di balik serangan siber terhadap lembaga pemerintahan, rumah sakit, serta organisasi publik lainnya di Australia dalam beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri Scott Morrison menyatakan lembaga-lembaga di Australia, baik pemerintah maupun swasta, saat ini menjadi sasaran serangan dari peretas "berbasis negara".

Meski Morrison menolak untuk menyebutkan negara mana yang dia maksud, namun sumber ABC di kalangan pejabat yakin bahwa China berada di balik serangan jahat tersebut.

Morrison menekankan serangan itu bukan baru terjadi, melainkan berlangsung terus-menerus terhadap Australia.

Ia meminta lembaga-lembaga pemerintah swasta untuk meningkatkan pengamanan situs website mereka.

Saat ini diketahui adanya serengan terhadap departemen dan lembaga pemerintah negara bagian dan pemerintah kota, yang semuanya memiliki data ekonomi yang sensitif.

"Kegiatan ini menargetkan organisasi Australia di berbagai sektor, termasuk semua tingkat pemerintahan, industri, organisasi politik, pendidikan, kesehatan, penyedia layanan penting dan operator infrastruktur penting lainnya," ujar Morrison.

"Kami tahu pelakunya adalah aktor siber canggih yang berbasis negara, karena skala dan sifat penargetan dan tradecraft yang mereka gunakan," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini tidak ada pelanggaran privasi berskala besar, namun menyebut serangan itu "jahat".

"Itulah sebabnya kami mengangkat pemasalahan ini hari ini," katanya, Jumat (19/06).

Saksikan Juga

AS Tuding WHO Bela China Revisi Data Korban Corona di Wuhan

BERITA - 4 bulan lalu
loading...