Aktivis Demokrasi Terkemuka Melarikan Diri dari Hong Kong
Aktivis Demokrasi Terkemuka Melarikan Diri dari Hong Kong
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Jumat, 3 Juli 2020 | 11:43 WIB

Aktivis Demokrasi Terkemuka Melarikan Diri dari Hong Kong

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/03/5efeb6bdb1ef6-uu-keamanan-nasional-aktivis-demokrasi-terkemuka-melarikan-diri-dari-hong-kong-saya-akan-melakukan-advokasi-dari-luar-negeri_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Aktivis muda itu mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan Hong Kong dua hari lalu setelah China memberlakukan undang-undang keamanan yang baru.-Getty Images

Salah seorang aktivis prodemokrasi terkemuka Hong Kong melarikan diri dari wilayah itu menyusul pemberlakuan undang-undang keamanan yang kontroversial oleh China.

Nathan Law, yang pernah menjadi pemimpin mahasiswa dan anggota parlemen lokal serta pernah dipenjara setelah "Gerakan Protes Payung" 2014, mengatakan dia akan melanjutkan aksi advokasi dari luar negeri.

Aktivis muda itu mengumumkan bahwa dia telah meninggalkan Hong Kong dua hari lalu setelah China memberlakukan undang-undang keamanan yang baru.

Para aktivis menganggap undang-undang itu mengikis kebebasan, namun Beijing menolak kritik tersebut.

Kedaulatan Hong Kong diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997 dan hak-hak tertentu seharusnya dijamin selama setidaknya 50 tahun di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem".

Tetapi para penentang undang-undang baru, yang menargetkan tindakan separatis, subversi dan terorisme dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup, mengatakan aturan baru itu secara efektif mengakhiri hak kebebasan berbicara.

Tidak lama setelah UU itu diumumkan pada Selasa (30/06), Law mengatakan dia mengundurkan diri dari Partai Demosito, yang dia dirikan bersama aktivis terkenal lainnya, Joshua Wong.

Pada saat itu, dia mengatakan undang-undang itu menandai dimulainya "revolusi budaya berdarah".

 

Hong Kong
EPA
Sepuluh orang telah ditangkap di bawah undang-undang yang baru saat aksi protes yang berlangsung pada 1 Juli.

 

Pada Rabu (01/07), Law berbicara melalui video kepada Kongres Amerika Serikat (AS) tentang Hong Kong. Dia mengatakan kepada para politikus AS bahwa dia cemas untuk kembali ke Hong Kong, karena takut dipenjara oleh Beijing.

Kemudian, pada Kamis (02/07), dia merilis pernyataan kepada media bahwa dia telah meninggalkan Hong Kong, namun akan "melanjutkan aksi advokasi di tingkat internasional".

Law tidak mengatakan ke mana dia pergi, seraya menambahkan: "Atas pertimbangan risiko, saya tidak akan mengungkapkan terlalu banyak perihal keberadaan dan situasi saya pribadi saat ini."

Saksikan Juga

Wabah Pneumonia Meningkat, KJRI Imbau WNI di Hong Kong

TVONE NEWS - 7 bulan lalu
loading...