Kabar Buruk, Puluhan Orang Tewas Akibat Banjir Besar
Selasa, 7 Juli 2020 | 01:21 WIB

Kabar Buruk, Puluhan Orang Tewas Akibat Banjir Besar

18 orang tewas dan 14 hilang.
Banjir di Jepang.
Photo :
  • cnn.com

Banjir di Jepang.

VIVA – Sejak Sabtu lalu, hujan lebat melanda Jepang tepatnya di Prefektur Kumato dan Kogoshima. Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi 18 orang tewas dan 14 orang hilang di prefektur Kumamoto dan Kagoshima akibat hujan yang lebat di sana.

Sabtu lalu, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan curah hujan yang cukup tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pihak BMKG Jepang juga telah menyerukan penduduk di Kyushu untuk ekstra berhati-hati akibat curah hujan yang tinggi. Dikabarkan Setidaknya 270.000 orang diperintahkan untuk mengungsi di empat prefektur di seluruh pulau.

Dilansir dari laman CNN.com, curah hujan di Desa Kuma Kumamoto tercatat cukup tinggi yakni 83,5 milometer dalam satu jam pada Sabtu pagi. Sementara itu, curah hujan di kota Kanoya di Kagoshima tercatat sebesar 109,5 mm dalam satu jam pada hari Senin, dan tercatat merupakan yang tertinggi yang pernah ada.

Peringatan hujan lebat disertai banjir besar masih berlaku di beberapa bagian Kumamoto dan Kagoshima hingga hari ini Senin, 6 Juli 2020.

Para pejabat di prefektur Kumamato mengatakan bahwa ada sebanyak 16 orang lainnya yang terjebak di kardiopulmoner dan dikhawatirkan meninggal, setelah Sungai Kuma meluap dan membanjiri desa Kuma pada Sabtu lalu.

Hari ini, Badan SAR Jepang mulai mencari para korban yang selamat setelah belasan orang tewas atau hilang setelah banjir besar yang dipicu oleh rekor curah hujan di pulau selatan Kyushu.

Pasukan Bela Diri Jepang dan otoritas keamanan melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di prefektur Kumamato dan Kagoshima. Namun, upaya penyelamatan hari ini terkendala dengan banjir dan tanah longsor yang memutus akses dengan ratusan komunitas di wilayah tersebut.

Dalam konferensi persnya, Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga mengatakan bahwa lebih dari 800 orang telah berhasil diselamatkan.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang, ribuan kepala keluarga telah terdampak dan 20.000 petugas pemadam kebakaran saat ini sedang berusaha mengevakuasi mereka. Pihak berwenang juga mengoperasikan 28 helikopter, empat pesawat dan dua kapal pencarian untuk menjangkau daerah itu hari ini.

Baca juga: Soroti Kalung Anti Corona, Fahri: Mungkin Virus Takut Bau Tertentu