Pandemi COVID-19, Turis Ini 'Terpenjara' di Bandara Selama 110 Hari

Pandemi COVID-19, Turis Ini 'Terpenjara' di Bandara Selama 110 Hari

Rabu, 8 Juli 2020 | 14:17 WIB
Dia pun menyamakan dirinya seperti tahanan.
Roman Trofimov telah tinggal di bandara selama 110 hari.
Photo :
  • Viral Press

Roman Trofimov telah tinggal di bandara selama 110 hari.

VIVA – Seorang turis asal Eropa tertahan di Bandara Manila, Filipina, selama 110 hari karena pandemi COVID-19. Dia pun menyamakan dirinya seperti tahanan.

Melansir Metro, Roman Tromfimov, yang tinggal di Estonia, mendarat di Bandara Manila dari Bangkok pada 20 Maret 2020. Namun, ia ditolak masuk karena Filipina tidak lagi mengeluarkan visa masuk.

Dia mengatakan, paspor yang dimilikinya telah diambil sebelum mencapai petugas imigrasi. Maskapai yang menerbangkannya pun tidak bisa lagi mengangkutnya kembali ke Thailand.

Roman diberitahu oleh petugas berwenang Filipina untuk menunggu karantina selesai. Setelah karantina selesai, ia kembali diizinkan untuk terbang.

Selama karantina, dia tidur di kamar hotel bandara keberangkatan, dan bertahan hidup dengan makanan dan minuman pemberian staf setempat. Dia juga telah berulang kali meminta bantuan kedutaannya, tapi kedutaan tidak bisa mengatur penerbangan repatriasi.