WHO Cari Pasien Pertama COVID-19 ke China | Halaman 2
WHO Cari Pasien Pertama COVID-19 ke China
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.23

WHO Cari Pasien Pertama COVID-19 ke China

Jumat, 10 Juli 2020 | 11:37 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/10/5f07efbab8ec6-n-a_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus bersama Presiden China Xi Jinping.

A woman in full PPE swipes a swab over a fish at a market Pasar basah di Wuhan sejak awal disebut sebagai pusat penyebaran vrus corona, sehingga pihak berwenang kini melakukan pengawasan secara rutin d sana. (Reuters)

Hanya dalam beberapa hari, ikan salmon yang diimpor dari luar negeri telah ditarik dari pasar dan restoran-restoran di Beijing.

Namun belakangan para pejabat setempat mengklarifikasi ada 40 sampel berbeda dari seluruh pasar yang telah diuji positif virus corona.

Artinya, para pejabat ini menganulir "teori salmon" dan memastikan penyebabnya kemungkinan besar adalah penularan dari manusia ke manusia dengan jenis strain yang diidentifikasi berasal dari Eropa. Bukan seperti tipe virus yang ditemukan di Wuhan.

"Setiap kritik terhadap China terkait dengan virus corona sangat sensitif secara politis," ujar komentator politik Wu Qiang di Beijing.

Setiap kali muncul pertanyaan tentang asal-usul virus, para pejabat, mulai dari Presiden Xi Jinping ke bawahannya, selalu senada.

Mereka selalu menyatakan, "China percaya asal muasal virus corona merupakan masalah ilmiah yang harus dipelajari para ilmuwan dan profesional medis."

Namun pejabat Kemenlu China sebelumnya pernah mengunggah teori konspirasi yang menyebutkan virus dibawa ke China oleh militer AS.

Media pemerintah juga langsung memberitakan berbagai teori yang menyebutkan keberadaan kasus COVID-19 sebelum menjadi wabah di Wuhan pada Desember tahun lalu, termasuk penelitian terbaru dari Spanyol.

A crowd of people walk on a footpathPenelitian terbaru di Spanyol menyebutkan kemungkinan virus corona sudah berada di sana sebelum tahun ini. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Para peneliti mengatakan berhasil mendeteksi virus dalam tingkat rendah pada sampel air limbah di Barcelona yang diambil pada Maret tahun lalu.

Sampel lain yang dikumpulkan secara rutin tersebut tidak menunjukkan adanya virus corona sampai Januari 2020.

Seorang pakar dari Universitas Oxford menyatakan, temuan ini menunjukkan virus corona telah beredar secara internasional sejak lama dan berubah menjadi pandemi ketika kondisinya sesuai.

Gua kelelawar Yunnan

Teori kedua yang banyak beredar yaitu, bahwa virus ini bersumber dari gua kelelawar dan Institut Virologi di Wuhan.

Saksikan Juga