WHO: Banyak Negara Tempuh Arah yang Salah Tangani COVID-19
WHO: Banyak Negara Tempuh Arah yang Salah Tangani COVID-19
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Selasa, 14 Juli 2020 | 09:28 WIB

WHO: Banyak Negara Tempuh Arah yang Salah Tangani COVID-19

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/07/14/5f0d17b72e9ae-virus-corona-banyak-negara-menempuh-arah-yang-salah-dalam-penanganan-covid-19-kata-who_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Pejabat WHO mengatakan "tidak realistis" untuk berharap vaksin virus corona akan segera ditemukan.-Getty Images

Pandemi virus korona akan menjadi "semakin buruk" jika pemerintah-pemerintah gagal bertindak lebih tegas, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO, dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan "terlalu banyak negara [yang] menempuh arah yang salah".

Jumlah kasus meningkat di tempat yang tidak mengikuti langkah-langkah yang sudah terbukti ampuh, imbuhnya.

Benua Amerika saat ini menjadi pusat pandemi. AS mencatat peningkatan jumlah kasus di tengah ketegangan antara para pakar kesehatan dan Presiden Donald Trump.

Sebagai negara yang terkena dampak terburuk, AS memiliki lebih dari 3,3 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan lebih dari 135.000 kematian, menurut catatan Universitas Johns Hopkins.

Apa kata WHO?

Dalam rapat pengarahan di Jenewa pada Senin (13/07), dr. Tedros mengatakan "pesan campur aduk dari para pemimpin" merongrong kepercayaan publik dalam upaya mengendalikan pandemi.

"Virus masih menjadi musuh masyarakat nomor satu, namun tindakan banyak pemerintah dan orang tidak mencerminkan hal ini," katanya.

Dr Tedros mengatakan langkah-langkah seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker dalam situasi yang tepat perlu ditanggapi dengan serius. Ia memperingatkan bahwa tidak akan ada lagi "kembali ke normal lama di masa mendatang".

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...