Kenapa Bisa Dua Ribuan Ton Amonium Nitrat Berada di Pelabuhan Beirut?
Kenapa Bisa Dua Ribuan Ton Amonium Nitrat Berada di Pelabuhan Beirut?
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.22

Kenapa Bisa Dua Ribuan Ton Amonium Nitrat Berada di Pelabuhan Beirut?

Jumat, 7 Agustus 2020 | 14:45 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/08/07/5f2d014805835-lebanon-bagaimana-dua-ribuan-ton-amonium-nitrat-sampai-ke-pelabuhan-beirut_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

Pemerintah Lebanon menuding 2.700 ton amonium nitrat yang disimpan di Pelabuhan Beirut sebagai biang keladi ledakan dahsyat yang memporakporandakan sebagian kota itu pada Selasa (04/08).

Masyarakat Lebanon mengutarakan kemarahan dan ketidakpercayaan mereka bahwa bahan kimia yang rentan meledak itu ditempatkan dalam jumlah sedemikian besar di sebuah gudang tanpa langkah pengamanan selama enam tahun dan begitu dekat dengan kota.

Pemerintah Lebanon sejauh ini belum menyebutkan dari mana amonium nitrat berasal, namun jumlah yang disimpan di gudang sama dengan yang tiba di Beirut pada November 2013 menggunakan kapal kargo berbendera Moldova, MV Rhosus.

Kapal yang dimiliki Rusia itu mengangkat sauh pada September 2013 dari Batumi, Georgia, menuju Beira, Mozambik.

Di dalam lambungnya, kapal tersebut membawa 2.750 ton amonium nitrat. Bahan kimia itu biasanya berwujud bola kecil yang umum digunakan sebagai pupuk pertanian, tapi juga dapat dicampur dengan bahan bakar minyak untuk membuat peledak di bidang pertambahan dan konstruksi.

Ketika sedang berlayar melintasi kawasan timur Laut Mediterania, Rhosus mengalami "masalah teknis" dan terpaksa merapat ke Pelabuhan Beirut, menurut laporan tahun 2015 yang ditulis seorang pengacara Lebanon yang mewakili para kru dan dimuat situs industri perkapalan Shippingarrested.com

 

Route of the MV Rhosus in 2013
BBC

 


Rhosus diperiksa para pejabat pelabuhan dan dilarang berlayar, kata pengacara. Sebagian besar anggota kru dipulangkan, kecuali Kapten Rusia, Boris Prokoshev, dan tiga awak lainnya yang dilaporkan berkewarganegaraan Ukraina.

Prokoshev menuturkan kepada kantor berita Reuters pada Kamis (06/08) bahwa Rhosus mengalami kebocoran tapi saat itu masih layak berlayar. Pemilik kapal kemudian mengirimnya ke Beirut untuk mengangkut kargo tambahan berwujud alat-alat berat karena kesulitan keuangan.

Akan tetapi, para kru tidak bisa menempatkan peralatan itu ke dalam kapal secara aman. Lantas ketika pemilik kapal tidak bisa membayar bea pelabuhan, aparat Lebanon menyitanya, kata sang kapten.


 

Saksikan Juga