Kebakaran Hutan di Berbagai Negara Tahun 2020 Terburuk Selama 18 Tahun
Kebakaran Hutan di Berbagai Negara Tahun 2020 Terburuk Selama 18 Tahun
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.28

Kebakaran Hutan di Berbagai Negara Tahun 2020 Terburuk Selama 18 Tahun

Jumat, 18 September 2020 | 19:19 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/09/18/5f64a4365624c-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-berbagai-negara-tahun-2020-diprediksi-jadi-yang-terburuk-selama-18-tahun-terakhir-bagaimana-di-indonesia_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Hingga pertengahan September 2020, empat wilayah di negara berbeda dilanda karhutla terbesar sejak pengenalan data satelit observasi dua dekade lalu.-GETTY IMAGES

Sekelompok ilmuwan menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai negara pada 2020 akan menjadi yang paling parah sepanjang dua dekade terakhir.

Karhutla di negara bagian New South Wales, Australia; kawasan Arktik Siberia; wilayah Pantai Barat Amerika Serikat, dan lahan basah Pantanal di Brasil merupakan yang terburuk dalam 18 tahun terakhir.

Catatan itu merujuk data Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan lembaga penyedia data atmosfer, Copernicus Atmosphere Monitoring Service.

Namun akan seberapa serius dampak karhutla ini terhadap lingkungan?

A peat land fire is seen at Rumbai Pesisir village Pekanbaru, Riau, Indonesia
Getty Images
Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status siaga darurat karhutla Juli lalu.

Hutan hujan tropis Indonesia

 

Periode karhutla di Indonesia sebenarnya sudah dimulai beberapa bulan lalu. Namun karhutla sekarang masih tetap terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kalimantan Tengah dan Jambi.

Lembaga pemantau lingkungan, Greenpeace, menyebut setidaknya 64.000 hektare hutan telah terbakar sampai Juli lalu. Meski begitu, angka itu lebih kecil daripada luas area terdampak tahun 2019.

Kalimantan Tengah menetapkan status siaga darurat karhutla Juli lalu, tak lama setelah 700 titik api terdeteksi di provinsi itu.

Setidaknya lima pemerintah provinsi lain, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan, juga menetapkan status siaga serupa.

Sementara itu, pemerintah pusat memotong anggaran penanganan karhutla. Alokasi anggaran dari sektor ini diklaim akan dialihkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

 

Basin Amazon dan Pantanal

 

Citra satelit NASA dan kajian sejumlah organisasi lingkungan menunjukkan bahwa kebakaran hutan tengah menyebar di Basin Amazon, Brasil.

Berstatus hutan hujan tropis terbesar di dunia, Amazon merupakan tempat penyimpanan karbon penting yang dapat memperlambat laju pemanasan global.

Amazon merupakan rumah untuk satu juta orang adat sekaligus habitat sekitar tiga juta tumbuhan dan binatang.

Smoke and flames rise from an illegally lit fire in an Amazon rainforest reserve, south of Novo Progresso in Para state, Brazil
Getty Images
Kebakaran hutan di Amazon, Brasil, disebut seburuk yang pernah terjadi sepuluh tahun lalu.

 

Sejumlah peneliti dan pakar kehutanan menyebut deforestasi Amazon saat ini persis dengan kejadian yang terjadi di kawasan itu satu dekade silam.

"Anda mungkin tidak melihat kebakaran seperti yang terjadi di hutan California karena api yang berkobar di Amazon rendah. Tapi kebakaran semacam itu lebih merusak," kata Paulo Moutinho, peneliti senior di Amazon Environmental Research Institute, sebuah organisasi sains independen di Brasil.

"Pohon-pohon bisa mati dalam beberapa tahun. Satu hektar hutan di Amazon memuat 300 spesies tumbuhan dan pepohonan, sedangkan dalam luas yang sama di California hanya ada 25 spesies," ujarnya.

Badan Antariksa Brasil, INPE, menyebut jumlah karhutla di Amazon meningkat hingga 28% antara Juli 2019 hingga Juli 2020.

 

Saksikan Juga