Dua Ahli Bedah Ini Transplantasi Kepala Manusia
Sabtu, 5 September 2015 | 12:10 WIB

Dua Ahli Bedah Ini Transplantasi Kepala Manusia

"Jika sukses, transplantasi kepala ini akan ubah sejarah manusia."
Ilustrasi operasi plastik
Photo :
  • iStockphoto

Ilustrasi operasi plastik

VIVA.co.id - Pertama di dunia, ahli bedah dari China dan Italia bekerja sama untuk melakukan operasi transplantasi kepala manusia. Rencananya, operasi itu akan dilakukan dalam kurun waktu dua tahun.

Dilansir Shanghaiist, Sabtu 5 September 2015, ahli bedah Italia Sergio Canavero, pada saat pertemuan tahunan American Academy of Orthopaedic Surgeons Neurologis, mengatakan bahwa awal musim panas tahun ini, dia mencoba untuk mencari kolega yang bersedia membantunya melaksanakan operasi tranplantasi kepala.

Keinginan kuat dia pun hampir terwujud, ia bertemu dengan seorang ahli bedah China, Ren Xiaoping.

"Jika sukses, transplantasi kepala akan mengubah jalannya sejarah manusia, dengan menyembuhkan kondisi medis yang tak dapat tersembuhkan," kata Canavero pada saat konferensi akademik di Provinsi Heilongjiang, kemarin.

Dia mengatakan, Ren Xiaoping adalah satu-satunya orang di dunia yang mampu memimpin proyek ini.

Ren, kata dia, pernah melakukan transplantasi kepala tikus, dan tim dokter bedah China pernah melakukan hampir 1.000 transplantasi kepala tikus. Operasi transplantasi kepala tikus itu pun berhasil, setelah operasi yang berjalan selama satu hari.

Canavero dan Ren berencana untuk membentuk tim medis internasional. Mereka telah mengidentifikasi seorang ilmuwan komputer asal Rusia berusia 30 tahun sebagai pasien pertama mereka, ilmuwan itu menderita distrofi otot.

Namun, kedua ahli bedah mengaku bahwa ada kesulitan teknis ketika menghubungkan sistem saraf, pembuluh darah, dan sumsum tulang belakang untuk mencegah tubuh dari menolak kepala.

Ren mengatakan, Canavero memiliki latar belakang yang kuat mengenai kemampuan sistem saraf pusat untuk regenerasi.

Selain kesulitan teknis, mereka juga harus merancang peralatan khusus, instrumen, obat-obatan, dan metode bedah.

Proyek transplantasi kepala ini akan mereka lakukan dalam waktu dua tahun. Tidak diketahui di mana mereka berencana akan melaksanakan prosedur itu.

Ren mengungkapkan bahwa bagaimana pun, tidak ada undang-undang khusus yang mengatur operasi semacam itu di China. (asp)