Sudan Minta AS Tak Bawa Masalah 'Pribadi' ke Indonesia

Presiden Sudan, Omar al-Bashir, bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo, di sela-sela KTT Luar Biasa OKI di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Sebagai respon atas pernyataan yang dikeluarkan Kedubes Amerika Serikat di Indonesia, Kedubes Sudan hari ini membuat pernyataan balasan terkait dengan kedatangan Presiden Sudan, Omar al-Bashir ke Indonesia. Al Bashir datang  untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Organisasi Islam (KTT OKI).

Indonesia Berharap KTT OKI Kuatkan Dukungan untuk Palestina

"Pertama, Presiden Al Bashir datang ke Indonesia atas permintaan dan undangan Indonesia dan Sekjen OKI, yang memberi mandat ke seluruh negara anggota OKI untuk datang tanpa ada pemikiran akan munculnya statement tersebut yang dinilai tidak menghormati semua anggota negara OKI termasuk Indonesia," demikian pernyataan pers yang diterima VIVA.co.id, Selasa, 8 Maret 2016.

"Yang kedua, seperti pimpinan negara lainnya, Presiden Al Bashir prihatin dengan keadaan dan penderitaan yang dialami oleh masyarakat Palestina dari perang darah yang dilakukan oleh Israel yang didukung oleh AS. Jika AS memang mendukung ICC, maka sebaiknya AS bergabung dengan International Criminal Court (ICC) atau diam saja," kata pernyataan pers.

Ngawur, AS Tuding Bayi 7 Bulan Pelaku Terorisme

Sebelumnya, Kedubes AS menyatakan kekecewaannya terhadap kehadiran Al Bashir di Indonesia karena Al Bashir hingga saat ini dituntut oleh Mahkamah Pidana Internasional atau ICC atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, dan bahkan surat perintah penangkapannya masih belum tuntas.

Kemarin, 7 Maret 2016, juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Nassir, mengatakan Indonesia tidak ingin ikut campur dengan masalah yang melibatkan Presiden Al Bashir dengan pihak lainnya.

Hadapi Korut, AS dan China Kerja Sama

"Kita melihat permasakahan yang dihadapi Presiden Sudan dengan ICC dan itu tidak berhubungan langsung dengan kita. Kita bukan pihak ICC. Seluruh anggota OKI yang sah diundang dari Sekjen OKI termasuk kepala negara dan kita tidak boleh pilih-pilih. Oleh karena itu dalam hal ini kita menghormati semua anggota OKI yang hadir," kata Arrmanatha.

Ilustrasi pesawat terbang.

Merasa Tak Nyaman, Maskapai Ini Usir Penumpang Muslim

Maskapai mengaku bertanggung jawab atas kenyamanan dalam penerbangan.

img_title
VIVA.co.id
18 April 2016