Tambang Pasir Ilegal Digerebek, Bosnya Diciduk Lagi Ngopi di Kafe

Tambang Pasir Ilegal Digerebek, Bosnya Diciduk Lagi Ngopi di Kafe

Minggu, 8 Maret 2020 | 08:32 WIB
Omzet tambang pasir ilegal itu mencapai Rp1,8 miliar per bulan.
Polisi menggerebek sebuah tambang pasir ilegal di Kelurahan Sambau, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu dini hari, 7 Maret 2020.
Photo :
  • Polda Kepri

Polisi menggerebek sebuah tambang pasir ilegal di Kelurahan Sambau, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu dini hari, 7 Maret 2020.

VIVA – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menindak tambang pasir ilegal di Kelurahan Sambau, Nongsa, Batam, Sabtu dini hari, 7 Maret 2020. Dalam operasi yang dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Komisaris Besar Polisi Hanny Hidayat itu polisi menyita 11 dump truck.  

Menurut Hanny, penindakan berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya kegiatan penambangan tanah ilegal di lokasi itu. "Ada 11 dump truck dan 4 eskavator yang kita amankan di lokasi sedang melakukan kegiatan pengerukan pasir," ujar Hanny dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 8 Maret 2020.

Para penambang bekerja dengan cara cut and fill atau memotong bukit dan meratakannya. Kegiatan penambangan tanah ternyata hanya untuk mengambil pasir yang terkandung di dalam tanah. Mereka mencuci dan menyaring tanah itu hingga menjadi pasir.