Pengakuan Napi Penjual Liquid Vape Narkoba, Konsumsi Ganja Sejak SMP – VIVA

viva.co.id

Click to open
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Jumat, 9 November 2018 | 00:40 WIB

Pengakuan Napi Penjual Liquid Vape Narkoba, Konsumsi Ganja Sejak SMP

img_title
Photo :
  • VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

Polda Metro ungkap kasus liquid vape narkoba.

VIVA – Pemilik pabrik pembuatan liquid vape mengandung narkoba di kawasan Kelapa Gading dan Basura, TY, mengaku sudah sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama mengonsumsi ganja.

"Saya sudah suka ganja, saya suka musik-musik reggae segala macam itu pas saya masih SMP. Sudah 15 tahun yang lalu," ujar dia di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 8 November 2018.

Narapidana Rumah Tahanan Klas I Cipinang itu menegaskan, dia tidak menjual ganja, tapi hanya ekstraksinya saja. Sebelum beralih ke bisnis haram, TY mengaku awalnya dia mengekstraksi ganja guna kesehatan medis berdasarkan yang dia ketahui dari membaca.

Alat-alat yang digunakannya untuk meracik ekstraksi ganja didapat dari hasil menjual tembakau gorilla sebelum melakukan bisnis ini.

Sedangkan, menjual liquid vape yang mengandung narkoba baru dia geluti semenjak empat bulan yang lalu. Untuk liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA), lanjutnya bukan dia yang membuat, tapi anak buahnya yang lain.

"(Sekali produksi) waktu itu saya 700 mililiter. Dibagi 2 mililiter (perbotol). (Merk liquid) Saya Caricus dan Bananacus. Kalau Caricus sudah beredar lama, kalau Bananacus baru selesai (produksi) tapi sudah dibongkar," ujar TY.

Sementara itu, istri TY, DW yang juga ditangkap karena membantu suaminya dalam bisnis haram itu mengaku, nekat membantu hanya karena ingin jadi istri yang baik.

"Sebagai istri disuruh sama suami (patuh) gitu kan kalau enggak dilakuin dia marah," ucap DW menambahkan.

DW menjelaskan, dalam bisnis haram tersebut dirinya hanya berperan mentransfer sejumlah uang yang diperuntukan membeli peralatan dan bahan-bahan dalam pembuatan liquid vape narkoba. Dia juga mengaku sebenarnya sudah kerap mengingatkan suaminya untuk berhenti melakukan bisnis haram itu.

"Saya sudah berapa kali bilang untuk stop (bisnis tersebut) apa segala macem, karena keluarga yang kena imbas. Saya sudah punya anak dua, laki-laki semua. Saya enggak tahu, sekarang yang jaga orangtua," kata DW menyudahi.

    Muat Lainnya...