Bang Yos Kritik Pembangunan Trotoar Anies, Pemda DKI Lembek - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Rabu, 14 Agustus 2019 | 00:53 WIB

Bang Yos Kritik Pembangunan Trotoar Anies, Pemda DKI Lembek

Harusnya, pemilik gedung ikhlas berikan lahannya untuk trotoar.
Sutiyoso.
Photo :
  • Istimewa

Sutiyoso.

VIVA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso mengatakan, kebijakan gubernur saat ini, Anies Baswedan sudah tepat. Hal itu, terlihat dari upaya menekan polusi dan kemacetan.

"Harus saya katakan masalah polusi itu dari zaman saya. Waktu itu, kita nomor tiga terburuk di dunia di bawah Meksiko dan Bangkok," kata pria yang akrab disapa Bang Yos di ILC, Selasa malam, 13 Agustus 2019.

Atas dasar itu, ia melakukan studi banding ke beberapa negara untuk mencari solusi. Salah satu solusi yang dilakukan adalah ke Bogota.

"Three in one. Busway itu saya bawa dari Bogota. Tapi saat itu, belum bisa diterapkan, karena kendaraan publik belum banyak," ucapnya. 

Menurutnya, saat dia memimpin, jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 80 persen. Untuk menerapkan three in one, kendaraan umum minimal harus 40 persen di Jakarta.

"Ini masalah serius yang harus ditangani Anies. Usaha Anies saat ini mengarah ke sana," tegasnya.

Purnawirawan jenderal TNI itu mendukung langkah Anies melakukan pelebaran trotoar. Dan, menurutnya masyarakat Jakarta memang malas berjalan kaki di trotoar.

"Penduduk Jakarta paling manja, enggak mau jalan. Di Kota-kota besar lain, semua mau jalan, baru naik transportasi umum," ujarnya.

Namun, ia mengkritik Anies yang melebarkan trotoar, justru mempersempit jalan yang ada. Menurutnya, Pemda DKI terlalu lembek terhadap gedung di pinggir jalan yang tak mau memberikan lahan untuk trotoar khusus bagi pejalan kaki.

"Sebenarnya, gedung yang di pinggir jalan harus ada trotoar, mereka harus berkorban berikan lahan, bukan kita. Pemilik gedung harus ikhlas serahkan lahan. Tetapi, niat Anies lebarkan jalan sudah bagus," ujarnya.

Bang Yos juga mengkritisi soal pengelolaan sampah Jakarta. Ia sempat kaget, ketika mendengar Bantar Gebang akan ditutup. Menurutnya, konsep pengolahan sampah Bantar Gebang telah berubah.

"Dulu bantar gebang konsepnya sampah diubah jadi energi dan pupuk. Saya sekarang enggak tahu. Sebaiknya, dikembalikan sampah dijadikan energi dan pupuk," katanya. (asp)

loading...
Muat Lainnya...