Anies Salahkan Sistem E-budgeting Ahok soal Anggaran Aibon dan Bolpoin
Rabu, 30 Oktober 2019 | 20:03 WIB

Anies Salahkan Sistem E-budgeting Ahok soal Anggaran Aibon dan Bolpoin

Menurutnya, sistem tersebut tidak sempurna.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

VIVA – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2020 mendapat sorotan karena kejanggalan untuk pengadaan barang tertentu. Salah satunya, yakni lem aibon yang mendapat alokasi anggaran mencapai Rp82 miliar. dan bolpoin sebesar Rp124 miliar.

Soal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyalahkan sistem penyusunan penganggaran secara elektronik atau e-budgeting yang diterapkan oleh gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Menurut dia, ajuan janggal seperti pengadaan lem aibon dalam RAPBD karena e-budgeting yang tidak sempurna.

"Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital (e-budgeting) tapi tidak smart," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019, seperti dikutip VIVAnews.

Dia menuturkan bahwa sistem anggaran itu direncanakan saat era Joko Widodo (Jokowi) menjadi gubernur DKI, kemudian dijalankan oleh penggantinya, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk mendigitalisasi proses penganggaran. Tetapi sistem itu tak menggunakan kecerdasan buatan untuk mencegah anggaran janggal lolos. Padahal, menurut dia, jika menggunakan smart system maka bisa dilakukan pengecekan dan verifikasi.