Vina Garut sampai Teror Sperma, Deretan Kasus yang Bikin Geger di 2019

Vina Garut sampai Teror Sperma, Deretan Kasus yang Bikin Geger di 2019

Kamis, 26 Desember 2019 | 05:45 WIB
Kaleidoskop kasus kriminal di 2019.
Garis polisi di suatu lokasi perkara (foto ilustrasi)
Photo :
  • ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Garis polisi di suatu lokasi perkara (foto ilustrasi)

VIVA – Peristiwa kriminal atau kejahatan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Tahun 2019 cukup diwarnai dengan berbagai kasus kriminal yang menggegerkan publik.

Mulai dari video panas 3 in 1 alias gangbang yang beken dengan nama Vina Garut, pelecehan terhadap perempuan dalam bentuk teror sperma hingga pembunuhan sadis di luar kemanusiaan yang dilakukan oleh keluarga sendiri.

Berikut flashback kasus-kasus kriminal yang jadi sorotan di sepanjang 2019.

Video panas Vina Garut

Vina (tengah), tersangka video porno Vina Garut

Tersangka V, menjalani pemeriksaan.

Masih ingat dengan video seks yang menampilkan satu wanita dan tiga pria di Garut, Jawa Barat? Video gangbang itu viral dalam sekejap dengan sebutan Vina Garut. Setelah dilakukan pengusutan, polisi menahan tiga orang tersangka yang jadi pemeran.

Yang bikin tambah miris, video itu direkam oleh mantan suami pemeran wanita, V. Rayya, tega menjual istrinya sendiri kepada para pria hidung belang dengan tarif Rp600 ribu per orang. V yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut dipaksa melayani tiga pria sekaligus sambil direkam.

Rayya ternyata menjadi muncikari lewat prostitusi online. Hal ini terungkap dari AD, salah satu tersangka. "Jadi kalau komunikasi saya langsung dengan muncikarinya (Rayya), dan kesepakatannya main berempat," ujar AD.

Proses penyidikan terhadap Rayya dihentikan karena ia telah meninggal dunia akibat komplikasi sejumlah penyakit. Sebelum wafat, Rayya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Garut, karena didiagnosa menderita penyakit HIV. Selain itu, Rayya juga mengidap dua penyakit lain yang berbahaya. “HIV yang paling berat. Tapi, klien saya mengalami sakit stroke dan hepatitis B," ujar Soni Sonjaya, pengacara Rayya.

Berita Terkait :
Saksikan Juga