Akal-akalan Sopir-sopir Travel Nakal Angkut Pemudik Kelabui Petugas
Minggu, 24 Mei 2020 | 16:32 WIB

Akal-akalan Sopir-sopir Travel Nakal Angkut Pemudik Kelabui Petugas

Bus travel yang dipakai menggunakan pelat nomor hitam.
Kapolres Metro Depok Azis Andriansyah (tengah)
Photo :
  • VIVAnews/Zahrul Darmawan

Kapolres Metro Depok Azis Andriansyah (tengah)

VIVA – Tim gabungan TNI-Polri berhasil menghalau bus travel yang membawa sejumlah pemudik menuju Bandung. Mereka dicegat di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di depan Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 24 Mei 2020. 
        
Selain melanggar aturan PSBB, bus travel yang digunakan ternyata memakai pelat hitam dan tidak sesuai izin trayek. Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, sejumlah penumpang yang ada di dalam bus itu berasal dari Jakarta, Bekasi dan Depok. 
       
"Tujuannya Bandung. Mereka ini janjian menyewa mobil Rp 2,5 juta untuk pulang kampung. Ini tentu tidak sesuai anjuran pemerintah bahwa kita sama-sama memutus mata rantai virus Corona," katanya
        
Azis menilai, tindakan yang dilakukan sejumlah orang tersebut berisiko tinggi untuk kesehatan. "Jika mereka pulang kampung sementara tidak ada rapid test tentu berbahaya bagi kampung halaman, utamanya bagi keluarga,” lanjut dia.

“Menurut pengakuannya, mereka ini tidak satu kampung namun tujuannya sama, yakni di kawasan Bandung. "Modusnya sengaja berangkat malam saat malam takbiran, ramai-ramai dipikir petugas lalai tapi kita tetap bisa mengamankan beberapa angkutan travel," kata Azis didampingi Dandim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Israk Mi'raj.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pengelola travel tersebut bakal dikenakan sanksi denda sebesar Rp 500 ribu. 
       
"Kita sesuaikan dengan aturan. Pertama aturan PSBB, kita tegakkan dan melanggar aturan lalu lintas ya, ketika melanggar trayek dia kena denda Rp 500 ribu atau angkutannya ditahan 2 hari atau kurungan 2-3 bulan."
         
Kasat Lantas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Erwin menambahkan, sampai dengan saat ini tercatat ada 10 travel yang telah ditindak karena nekat mengangkut calon pemudik. 
        
"Rata-rata yang diangkut menuju Jawa. Total sudah 10 travel yang kami tindak sesuai aturan yang berlaku," katanya.
        
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan jajaran Kepolisian dan TNI pada masa PSBB.
      
"Tentunya kami mengimbau masyarakat terkait PSBB, anjuran pemerintah agar dilaksanakan demi kepentingan bersama,” kata Pradi.