Respons PT KCI Soal Tudingan Anies KRL Tempat Rawan Penularan COVID-19
Rabu, 1 Juli 2020 | 20:25 WIB

Respons PT KCI Soal Tudingan Anies KRL Tempat Rawan Penularan COVID-19

PT KCI telah terapkan protokol kesehatan secara ketat di KRL .
Kereta Commuter Line saat pelaksanaan PSBB di Jabodetabek.
Photo :
  • VIVA/Willibrodus

Kereta Commuter Line saat pelaksanaan PSBB di Jabodetabek.

VIVA – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjawab tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut KRL menjadi tempat rawan penyebaran COVID-19. Padahal, KCI telah melaksanakan berbagai protokol kesehatan untuk pencegahan penularan.

Protokol tersebut dijalankan sesuai aturan yang dirumuskan dalam Keputusan Menteri Kesehatan, Peraturan Menteri Perhubungan, Peraturan Gubernur DKI Jakarta, hingga Surat Edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan berbagai aturan turunannya.

Protokol kesehatan tersebut telah mulai disosialisasikan sejak Februari 2020 dan berjalan sejak Maret 2020 kemudian dilengkapi dan disempurnakan secara bertahap mengikuti perkembangan aturan yang berlaku.

VP Corporate Comunications PT KCI Anne Purba mengatakan, seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga menyarankan pengguna memakai pelindung wajah, jaket, baju lengan panjang, dan sarung tangan. 

"Saat masuk stasiun, pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh. Untuk memperlancar pemeriksaan suhu tubuh, kami (PT KCI) terus menambah jumlah alat pemeriksa suhu berupa thermo gun dan di 10 stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, KCI telah memasang thermal scanner yang dapat memeriksa suhu tubuh puluhan orang dalam satu waktu," kata Anne, Rabu 1 Juli 2020.