Membongkar Kelindan Jaringan Peredaran Narkoba di Kampus

Membongkar Kelindan Jaringan Peredaran Narkoba di Kampus

Kamis, 2 Juli 2020 | 11:02 WIB
Mahasiswa, alumni dan pihak kampus harus peduli dan ambil bagian.
Mahasiswa kampus UP dan Kasat Narkoba Polres Jaksel
Photo :
  • VIVAnews/Zahrul Darmawan

Mahasiswa kampus UP dan Kasat Narkoba Polres Jaksel

VIVA – Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan Komisaris Polisi Vivick Tjangkung menyebutkan bahwa peredaran narkoba telah menyasar berbagai kalangan. Dan bahkan, beberapa kasus di antaranya rentan terjadi di lingkungan perguruan tinggi atau kampus. Kondisi ini kian mengkhawatirkan lantaran pelakunya terkadang melibatkan oknum kampus.  

“Modus di kampus hampir seluruhnya sama karena cara mereka melakukan jaringan itu dengan pendekatan lebih dalam. Awalnya komunikasi standar. Dari situ dia membaca cara orang-orang yang bisa mereka jaring,” kata Vivick saat ditemui di Universitas Pancasila Jakarta pada Kamis 2 Juli 2020

Menurut Vivick hal itu yang harus diantisipasi oleh banyak pihak khususnya pengurus kampus. “Kalau mereka tahu mahasiswa tersebut bisa mereka jadikan komunitas, mereka akan gunakan komunikasi transaksi via Hp atau tempel,” kata dia.

Vivick menyebutkan. modus atau jaringan seperti itu sama dan terjadi di mana-mana. Dirinya mengaku tren kasus narkoba di lingkungan perguruan tinggi masih dan dalam kategori mengkhawatirkan.

“Selama ini standar belum ada yang menurun (jumlah kasusnya). Kami masih menangkap juga jaringan lingkup universitas,” ujar dia.

Da mengatakan, salah satu faktor pemicu kondisi tersebut adalah adanya ketakutan antara junior terhadap pada senior.

“Mereka masih memegang antara adik kakak senior junior yang kadang mereka takut, tidak mau masalah dengan senior daripada saya di-bully dicegat, ya sudah ikut aja,” lanjut dia.

Vivick khawatir kondisi ini telah terjadi secara turun temurun sehingga mahasiswa dan alumni harus gencar dan tradisi buruk itu didobrak. 

“Kita mengikuti pihak dalam mau seperti apa dilakukan pemberantasan narkoba yang jelas kami siap berkolaborasi. Jika ada barang bukti dan orangnya mengakui saya ngedar atau pakai maka kita bantu rehab dan dengan undang-undang yang berlaku. Jadi tetap UU di depan. Apa yang sudah dicanangkan pemerintah itu yang kita pakai,” kata Vivick.

Berita Terkait :
Saksikan Juga