Tetap Beroperasi, Ini Cara Diskotek Top One Jaring Pelanggan
Jumat, 3 Juli 2020 | 16:40 WIB

Tetap Beroperasi, Ini Cara Diskotek Top One Jaring Pelanggan

Pihak manajemen membuka pesan undangan melalui online
Diskotek Top One disegel Satpol PP
Photo :
  • VIVAnews/Andrew Tito

Diskotek Top One disegel Satpol PP

VIVA – Nekat memaksa beroperasi di masa Perpanjangan PSBB transisi yang diimbaukan Gubernur DKI Jakarta, manajemen Diskotek Top One melakukan strategi yang begitu rapih agar tak terendus aparat saat diskotek beroperasi. Pihak manajemen membuat operasi diskotek tak terlihat secara kasat mata dan ada keramaian jika dilihat dari luar.

Parkiran kendaraan juga tak terlihat di halaman depan, termasuk pintu yang tetap tertutup.

Lurah Duri Kepa, Marhali mengatakan, pihak Top one mempersilahkan para tamunya dengan memarkirkan kendaraan di belakang gedung, serta masuk lewat pintu belakang yang mana di jaga oleh petugas keamanan internalnya.

"Menurut keterangan ini (Diskotek Top One) bukanya ngumpet-ngumpet lewat dari pintu belakang. Depannya itu tetap terkunci mereka," ujar Marhali, Jumat, 3 Juli 2020.

Baca juga: Diskotik Top One Sediakan Layanan 'Ngamar' dengan Pemandu Lagu

Berkat petugas Satpol PP diketahui pihak top one menjaring pelanggannya dengan pesan undangan secara online dengan aplikasi sosial WhatsApp.

“Jadi para undangan yang mau masuk itu harus menunjukan pesan undangan secara online, agar bisa masuk ke dalam gedung Top One” ujarnya.

Marhali sendiri belum tahu sejak kapan Diskotek Top One ini beroperasi di masa PSBB transisi.

Diketahui, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta bersama Satpol PP menggerebek diskotek itu pada Jumat siang ini.