Narapidana Ingin Bebas Saat Corona, Tetap Harus Bayar

Narapidana Ingin Bebas Saat Corona, Tetap Harus Bayar

Selasa, 14 April 2020 | 15:22 WIB
Mereka harus bayar Rp5 juta ke oknum sipir penjara.
Ilustrasi penjara.
Photo :

Ilustrasi penjara.

VIVA – Pemotongan masa tahanan narapidana yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM melalui program asimilasi khusus untuk menahan penyebaran virus corona atau covid-19, ternyata tak gratis. Beberapa warga binaan mengaku harus menyetorkan uang kepada oknum di Lembaga Pemasyarakatan agar mendapat program asimilasi tersebut.

Salah satunya adalah narapidana  berinisial A, yang terlibat kasus penganiayaan dan dihukum 5 tahun penjara dan menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di kawasan Jakarta Timur. Menurut A, untuk bebas memang harus membayarkan sejumlah uang agar program asimilasi dari kemenkumham dia terima. Uang yang harus diberikan bahkan cukup besar, mulai dari Rp3 juta sampai Rp5 juta. 

"Ya kalau nggak bayar nggak bakalan keluarlah. Istilahnya ini "tiket" harganya lumayan," katanya, saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa 14 April 2020.

Ia menjelaskan, para narapidan harus mencari napi lain yang berminat untuk program asimilasi yang diberikan oleh Kemenkumham. Setelah mendapatkan teman yang berminat, para napi harus mendaftar terlebih dahulu dan kemudian menyetor uang ke rekening salah satu narapidan yang dipercaya oleh oknum sipir.

"Kalau uangnya sudah masuk, baru kita dipanggil untuk proses pembebasan," ujar A. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga