Pemimpin Majelis Taklim di Kota Malang Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

VIVA – Sebanyak 23 orang di Jalan Binor, Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang terkonfirmasi positif Covid-19. Penularan ini berasal dari seorang tokoh agama di kawasan itu, yang tertular istrinya yang berprofesi sebagai penjual kebutuhan pokok.

Istri dari tokoh agama ini meninggal dunia dengan komorbid demam berdarah. Sementara tokoh agama ini tidak memperhatikan protokol kesehatan selama berinteraksi dengan istri. Selain itu, tokoh agama ini juga melakukan interaksi dengan orang lain di tempat ibadah. Dia merupakan ketua majelis taklim setempat.

Juru bicara Satgas Covid-19 Pemkot Malang, Husnul Muarif membenarkan 23 orang di Bunulrejo tertular dari seorang tokoh agama. Penularan ini berasal dari istri, dia meninggal dunia. Kemudian 9 anggota keluarganya menjalani uji swab dan hasilnya dinyatakan positif Covid-19.

"Primer satu adalah istri, primer kedua adalah suami. Istri meninggal dunia dengan komorbid demam berdarah. Kemudian menular ke suami yang tokoh agama itu. Dan tokoh agama ini menularkan ke 9 keluarganya dan 13 pegawai serta jemaahnya, jadi total 23 orang," kata Husnul, Rabu, 24 Juni 2020.

Husnul mengatakan, pasangan suami istri ini memiliki usaha di rumahnya. Total pegawainya berjumlah 20 orang. Kemudian tokoh agama ini ketua majelis taklim. Dalam beberapa hari kemarin masih rutin menggelar pengajian di tempat ibadah dekat rumahnya. Akibatnya, 13 orang positif covid-19 yang merupakan karyawan dan jemaahnya.

"Itu memang punya usaha dan pekerja, dan juga sering melakukan pengajian. Total pekerja sekitar 20, yang terpapar anggota pengajian dan pekerja 13 orang. Mereka satu majelis, pemimpin majelis taklimnya si bapak premier kedua ini," ujar Husnul.

Husnul mengungkapkan, kemunculan kluster Bunulrejo dengan 23 pasien positif covid-19 ini terungkap setelah Satgas Covid-19 melakukan tracing. Sebanyak 64 orang di lingkungan terdekat keluarga tokoh agama menjalani rapid test. Ternyata 22 orang dinyatakan reaktif kemudian jalani hasil swab. Hasilnya 13 orang lainnya dinyatakan positif covid-19 di luar 9 anggota keluarga tokoh agama yang sudah diketahui positif terlebih dulu.

"Langkah yang kami lakukan adalah, melakukan isolasi kepada 23 orang ini. Sebagian isolasi mandiri di rumah dan sebagian isolasi di RSUD Kedungkandang. Kemudian untuk tempat ibadah tidak kita lockdown tapi kita bersihkan, semprot desinfektan dan jemaah yang masuk wajib memperhatikan protokol kesehatan," tutur Husnul.

Puan Maharani Minta Pemerintah Jelaskan Perkembangan COVID-19 Seiring Peningkatan Kasus

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan tambahan pasien positif covid-19 belakangan ini didominasi kluster keluarga dan kluster lingkungan. Seperti klaster keluarga di Mergosono sebanyak 10 orang, Arjosari sebanyak 5 orang, Kidul Dalem sebanyak 4 orang dan terakhir Bunulrejo sebanyak 11 orang.

"Klaster keluarga menambah kasus covid-19 di Kota Malang. Yang terakhir ini (Bunulrejo) kaitan dengan kluster keluarga. Saat ini total jumlah pasien covid-19 di Kota Malang sebanyak 168 orang, 111 pasien masih menjalani perawatan, 47 pasien sembuh dari covid-19 dan 10 pasien meninggal dunia," kata Nur Widianto. (dum)

Kemenkes Sebut COVID-19 Subvarian Arcturus 1,5 Kali Lebih Menular dibanding Kraken
Ilustrasi penyuntikan Vaksin COVID-19

AstraZeneca Tarik Vaksin COVID-19 di Seluruh Dunia, Ada Apa?

AstraZeneca Tarik Vaksin COVID-19 di Seluruh Dunia

img_title
VIVA.co.id
8 Mei 2024