Alasan Klasik Pelanggar Ganjil Genap: Tak Tahu Diterapkan Lagi

Alasan Klasik Pelanggar Ganjil Genap: Tak Tahu Diterapkan Lagi

Selasa, 4 Agustus 2020 | 17:02 WIB
Padahal polisi sudah melakukan sosialisasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lakukan sosialisasi perluasan ganjil genap
Photo :
  • VIVAnews/Anwar Sadat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lakukan sosialisasi perluasan ganjil genap

VIVA – Ratusan pengendara roda empat masih kedapatan melanggar kebijakan ganjil genap Jakarta yang diterapkan mulai Senin, 3 Agustus 2020. Lalu, kenapa mereka masih melanggar?

Beragam alasan pengendara roda empat yang kedapatan melanggar. Namun, alasan yang paling sering diutarakan atau bisa disebut alasan klasik pengendara adalah belum tahu kalau kebijakan ini sudah diberlakukan lagi.

"Dari beberapa yang ditegur paham sih bahwa mereka memang salah, tapi ada beberapa juga yang belum tahu juga bahwa ganjil genap sudah berlaku," ucap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Selasa 4 Agustus 2020.

Baca juga: Ganjil Genap Jakarta Berlaku Lagi, Pelanggar Terbanyak di Lokasi Ini

Namun, polisi belum menilang pengendara yang melanggar sejak Senin 3 Agustus hingga Rabu 5 Agustus 2020 karena masih tahap sosialisasi. Pengendara yang melanggar hanya akan ditegur.

Setelah tanggal itu, mereka yang masih kedapatan melanggar akan ditilang. Para pelanggar kebijakan ganjil genap dapat dikenakan sanksi tilang dengan mewajibkan membayar denda tilang sebesar Rp500 ribu.

Berita Terkait :
Saksikan Juga