Golkar Nilai Aksi Kita Indonesia Tak Langgar Aturan CFD

Plt Ketum Golkar, Idrus Marham.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tudji Martudji

VIVA.co.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan tak ada peraturan yang dilanggar dalam Aksi Kita Indonesia yang digelar di arena Car Free Day (CFD), Minggu, 4 Desember 2016. Menurut dia, acara tersebut bukanlah ajang kampanye partai politik.

Penularan Corona Tinggi, Car Free Day Bekasi Ditiadakan Lagi

"Bahwa yang tidak boleh itu kampanye dalam momentum Pilgub (Pemilihan Gubernur). Toh, masa ada orang datang pakai ini (atribut partai) tidak boleh," kata Idrus di DPD Partai Golkar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Desember 2016.

Idrus menegaskan, acara yang diselenggarakan di arena CFD itu bukanlah acara parpol, melainkan acara kebhinekaan yang kemudian dihadiri oleh parpol pendukung pemerintah, termasuk Partai Golkar.

Car Free Day di Bekasi Ditiadakan

"Itu kan sebagai sarana parade budaya untuk persatuan dan kesatuan. Enggak ada yang salah," ujar Idrus.

Idrus menuturkan, parpol juga berhak membuat acara di arena CFD. Namun, ia menjelaskan, yang tidak boleh adalah berkampanye. "Kami juga pernah lakukan gerak jalan menggunakan Golkar. Kan pernah juga," ucap dia.

Anies Tiadakan Car Free Day, Aktivitas Berkerumun akan Ditindak Tegas

Aksi Kita Indonesia di Bundaran HI pada Minggu, 4 Desember 2016, menjadi perhatian publik. Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Kebangsaan ini didukung oleh berbagai elemen kebangsaan, dan diikuti oleh ribuan pendukung.

Namun, acara tersebut meninggalkan kesan tidak baik di mata masyarakat yang tengah menikmati Car Free Day. Sebabnya, sampah sisa kotak bekas makan dibiarkan menumpuk dan berserakan. Selain sampah bekas sisa makanan, terlihat juga beberapa atribut parade terinjak-injak oleh ribuan peserta. Ada beberapa peserta parade juga terlihat naik ke pot bunga untuk mengabadikan gambar. (ase)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi keterangan pers.

PPKM Level 2, Semarang Buka Opsi Bioskop dan CFD Kembali Dibuka

Presiden Jokowi mengumumkan penurunan level PPKM di sejumlah daerah. Salah satunya Semarang yang menjadi PPKM level 2.

img_title
VIVA.co.id
1 September 2021