Ahok Sesalkan Pembakaran Karangan Bunga Depan Balai Kota

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyesalkan aksi membakar karangan bunga yang dilakukan kelompok buruh di depan Balai Kota, Senin, 1 Mei 2017. Menurut dia, pembakaran tersebut justru menghilangkan rezeki orang lain seperti Pekerja Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye.

SBY Sindir Kejanggalan Pilkada DKI 2017

"Ya, sayang aja dibakar ya. Padahal itu rezekinya pasukan oranye," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.

Ahok beralasan, karena mengacu hitung-hitungannya, tumpukan bekas karangan bunga itu bisa dijual kembali seharga Rp50.000. Hal ini sudah diminta Ahok kepada pasukan oranye untuk membersihkan sekaligus menjualnya agar bisa menjadi penghasilan tambahan.

Pilpres 2019 Diharapkan Tak Seperti Pilkada DKI, Marak Hoax

"(Saya bilang) kalian jual saja (pasukan oranye) Rp50.000 kok, dijual yang beli Rp50.000," ujar Ahok.  

Sebelumnya, Kepala Biro Umum DKI Jakarta, Agustino Darmawan mengatakan, sebanyak 15 papan bunga dibakar para buruh pada aksi 'May Day' di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 1 Mei 2017.

Ahmad Dhani Tersangka Ujaran Kebencian?

Tak hanya membakar, dalam kejadian itu diketahui karangan bunga dilaporkan dalam kondisi rusak dan hilang dari area halaman Monas.

"Itu dirusak di sekitar Monas, enggak tahu siapa oknumnya. Ada yang dicuri juga, tapi sudah kami serahkan ke Polsek Gambir," kata Agustino.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

SBY Sebut Kultur Politik Tanah Air Berubah Sejak Pilkada DKI 2017

"Saya berani mengatakan bahwa politik kita telah berubah."

img_title
VIVA.co.id
10 November 2018