Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 12:22 WIB
  • Macet Bikin Rugi Rp 67 T, DKI Kebut Bangun Infrastruktur

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Eduward Ambarita,
    • Anwar Sadat
Kemacetan parah di depan KPUD DKI Jakarta
Photo :
  • VIVA.co.id / Anwar Sadat
Kemacetan parah di depan KPUD DKI Jakarta

VIVA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan, lima tahun masa kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mempercepat pembangunan di Ibu Kota. 

Hal itu dikemukakan Sandiaga menanggapi laporan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyatakan kerugian akibat macet di Jakarta Rp 67 triliun. "Semua kami percepatan (pembangunan)," katanya di Balai Kota, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017. 

Salah satu solusi agar proyek infrastruktur berjalan mulus yaitu memastikan pendanaannya lancar. Arus modal terkait investasi juga sangat penting mengingat banyak proyek membutuhkan  keterlibatan swasta.  

"Investasi kami percepat, gerakan kami percepat, pembangunan infrastruktur kami percepat, pendanaan juga kami percepat. Itu yang akan kami lakukan," katanya.

Lihat juga

Berdasarkan perhitungan Bappenas, kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 67,5 triliun tahun 2017. Sementara kerugian yang dialami di wilayah Jabodetabek mencapai Rp100 triliun per tahun.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengungkapkan, permasalahan kemacetan di Jakarta semakin meningkat setiap tahun. 

Jumlah kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor di jalan makin dominan, sementara peran angkutan umum masih rendah. Saat ini penggunaan angkutan umum di Jakarta baru 19,8 persen dan di Bodetabek baru 20 persen.

"Modal share dari total pergerakan Jabodetabek didominasi oleh sepeda motor yakni sebesar 75 persen, kendaraan pribadi sebesar 23 persen dan 2 persen oleh kendaraan angkutan umum. Hal ini tentu berdampak pada perekonomian dan lingkungan," kata Bambang, Minggu, 3 Desember 2017.
 

Terpopuler