Novel Baswedan Asyik Bermain dengan Bocah – VIVA
Click to open
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Selasa, 13 Februari 2018 | 19:20 WIB
  • Novel Baswedan Asyik Bermain dengan Bocah

  • Oleh
    • Aries Setiawan,
    • Edwin Firdaus
Penyidik KPK Novel Baswedan
Photo :
  • dokumentasi kpk
Penyidik KPK Novel Baswedan

VIVA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tampak sudah bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga usai menjalani operasi mata kirinya di rumah sakit di Singapura pada Senin malam, 12 Februari 2018.

Dalam sebuah foto yang dikirimkan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, terlihat Novel tengah asyik bermain dengan seorang anak kecil di ranjang tempat ia menjalani rawat inap.

Kepada awak media, Febri menuturkan, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dokter yang menangani Novel Baswedan operasi sudah melakukan pengecekan.

"Secara umum dokter menyampaikan bahwa hasil operasi kemarin baik," kata Febri melalui pesan singkatnya, Selasa 13 Februari 2018.

Senin kemarin Novel baru selesai menjalani operasi yang dilakukan di mata kirinya. Operasi dilakukan dengan cara memindahkan selaput gusi yang sebelumnya telah ditempelkan di mata Novel, untuk kemudian dipindahkan guna menutupi area tengah yang sejak kemarin pertumbuhan selnya kurang baik.

Lihat Juga

"Terdapat operasi tambahan yaitu operasi penggantian implan, dikarenakan saat pemindahan jaringan selaput gusi, implan harus ikut pindah posisi dan diganti untuk menjaga atau pemeliharaan saluran glukoma," kata Febri.

Febri menambahkan, perkembangan terakhir dari kondisi kesehatan Ketua Satgas perkara e-KTP itu, saat ini secara umum dalam keadaan baik. Suplai darah ke jaringan mata juga baik.

"Perlu dikontrol kembali besok sore dan satu minggu kemudian, serta diberikan tambahan obat minum antibiotik selain tetes mata," kata Febri.

Diketahui, Novel Baswedan telah menjalani sejumlah perawatan untuk mengembalikan penglihatannya di Singapura sejak 10 bulan terakhir. Novel sebelumnya diserang oleh orang tak dikenal menggunakan cairan air keras. Namun sampai sekarang pihak kepolisian belum juga berhasil menangkap pelakunya.