Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Senin, 16 April 2018 | 20:23 WIB
  • Sudirman Said: Lima Hari Sekolah Itu Salah, Harus Dicabut

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah, saat dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 10 April 2018.
Photo :
  • VIVA/Dwi Royanto
Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah, saat dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 10 April 2018.

VIVA – Calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, menyebut kebijakan lima hari sekolah tidak cocok diterapkan di provinsi itu. Karenanya, jika dia terpilih menjadi gubernur akan mencabut kebijakan itu.

"Menurut saya, wajib lima hari sekolah itu salah, dan itu (wajib lima hari sekolah) harus dicabut," kata Sudirman, usai bersilaturahmi dengan petinggi Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Tengah di Semarang pada Senin 16 April 2018.

Ia berpendapat, kebijakan mewajibkan lima hari sekolah di Jawa Tengah, masih menuai pro-kontra di masyarakat hingga kini. Jika diteruskan, kebijakan itu sama saja membenturkan kelompok masyarakat. 

Padahal, menurut mantan Menteri ESDM itu, semestinya kebijakan pemerintah justru harus memfasilitasi sistem pendidikan di masyarakat. Seperti halnya pendidikan agama, khususnya madrasah diniyah atau madin.

Lihat juga

Dia akan mencabut peraturan gubernur yang mengatur tentang hal itu, jika terpilih dalam pilgub nanti. "Biarkan dua sistem itu berdampingan; kalau dipaksakan akan mengancam sekolah diniyah," katanya.

Di Jawa Tengah, menurut Sudirman, madrasah diniyah menjadi urat nadi pendidikan yang mampu membentuk karakter anak di bidang akhlak.

Ia melihat, pemprov Jateng semestinya mencontoh Jawa Timur, yang cukup peduli dengan madrasah diniyah dengan mengalokasikan APBD untuk madrasah itu. Termasuk, juga DKI Jakarta dengan Kartu Jakarta Pintar yang mencakup guru sekolah swasta, serta guru madrasah diniyah.

"Zaman sekarang, harus memperhatikan masalah pendidikan agama. Justru (madrasah diniyah) harus difasilitasi. Sekolah negeri kan pembinaannya oleh Kemenag, tetapi selain itu (swasta) harus dipikirkan. Membina madrasah swasta itu perlu," ujarnya.

Ketua NU Jawa Tengah Abu Hafsin menyebut bahwa program kerja yang diusung Sudirman Said-Ida Fauziyah sejalan dengan suara nahdliyin (warga NU). Termasuk, dengan kebijakan sekolah lima hari. NU sejak awal sudah mengkritik dan tidak sepakat dan protes dengan kebijakan itu.

"Harapan kami, gubernur bisa mendukung keinginan NU. Dulu, kami ingin mengubah lima hari sekolah. Kami adakan posko pengaduan dan aksi," ujar Abu Hafsin.

Terpopuler