Kemensos Jawab Sindiran PKH Jadi Modal Pilkada Khofifah | Halaman 3

Kemensos Jawab Sindiran PKH Jadi Modal Pilkada Khofifah

Selasa, 3 Juli 2018 | 10:52 WIB
Khofifah dituding menggunakan PKH sebagai alat pilkada Jatim
Dirjen Perlindungan dan Jamsos Kemensos, Harry Hikmat.
Photo :

Dirjen Perlindungan dan Jamsos Kemensos, Harry Hikmat.

"Sebagai contoh ada mereka diundang buka bersama oleh paslon calon tertentu, ya bisa saja sebagai pribadi bisa datang tapi enggak boleh memakai seragam PKH, misalnya, sehingga masyarakat melihat itu sebagai kegiatan individu," ujarnya.

Harry memastikan bahwa isu berkembang pendamping PKH terlibat aktif dalam Pilkada Jatim itu tidak benar. "Bahwa ada kedekatan secara emosional di Pilkada Jawa Timur paslonnya (nomor urut) pertama pernah jadi Menteri Sosial, ya wajar. Itu satu hal yang tidak bisa kita nafikan. Tapi kebijakan secara struktural tidak arahan tertentu dari Kementerian Sosial kepada pendamping PKH untuk bergerak mendukung calon tertentu," terang Harry.

Seperti diketahui, duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul perolehan suara atas paslon Saifullah Yusuf-Puti Guntur dalam Pilgub Jatim versi quick count dan hitung cepat Komisi Pemilihan Umum setempat. Bila nanti diresmikan KPU, Khofifah adalah Gubernur Jatim pertama dari kalangan perempuan. Dia melengkapi sembilan kepala daerah perempuan kabupaten/kota di Jatim.

Berita Terkait :
Saksikan Juga