Presiden PKS Sohibul Iman Soroti Nasib Miris Petani Kopi - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Minggu, 30 September 2018 | 05:58 WIB

Presiden PKS Sohibul Iman Soroti Nasib Miris Petani Kopi

"Kita yang bertani tapi mereka (pihak asing) yang menikmati hasil.
Petani Kopi Lampung
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Petani Kopi Lampung

VIVA – Nasib petani kopi yang masih berbanding terbalik dengan meningkatnya trend konsumsi minuman hitam tersebut. Kualitas biji kopi Indonesia seharusnya bisa meningkatkan keuntungan untuk kesejahteraan petani kopi.

Hal ini disampaikan Presiden PKS Sohibul Iman dalam pembukaan acara Ngopi Bareng Presiden di kantor DPP PKS. Sohibul menilai biji kopi Indonesia yang sudah mendunia namun masih belum maksimal dalam pengolahannnya.

"Ini miris sekali, kita yang bertani tapi mereka (pihak asing) yang menikmati hasil keuntungannya. Hal ini karena kita tidak bisa mengolah kopi dengan kualitas yang baik. Sedangkan mereka mampu mengolah kopi dengan baik dan memberikan pelayanan yang prima," kata Sohibul dalam keterangannya yang diterima VIVA, Sabtu malam, 29 September 2018.

Sohibul menekankan kopi Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan hidup petaninya. Salah satunya terkait faktor kondisi geografis Indonesia yang cocok untuk bertani kopi.

Namun, ia mengkritisi potensi ini yang belum juga bisa dioptimalkan. Padahal, kopi merupakan salah satu komoditas andalan. Meski memang ada beberapa persoalan seperti permasalahan lahan yang tak cukup, pengurusan tanaman yang rumit dan mesti teliti, sampai nilai jual yang tak adil bagi petani kopi.

Ia menyoroti pihak pemerintah sebenarnya bisa memberikan bantuan subsidi. Contohnya yang dilakukan eks Gubernur Jawa Barat dua periode, Ahmad Heryawan atau Aher. Ketika menjadi Gubernur Jabar, Aher memberikan subsisi biji kopi ke masyarakat Jabar.

"Seperti yang sudah dilakukan kang Aher, membagikan biji kopi kepada masyarakat Jawa Barat. Pemerintah juga bisa mendukung dengan memberikan subsidi kepada masyarakat yang ingin membangun usaha mendirikan warung kopi," jelas eks Wakil Ketua DPR tersebut.

    Muat Lainnya...