Dewan Pers Nilai Keliru Kalau Prabowo Sebut Media Tak Independen
Dewan Pers Nilai Keliru Kalau Prabowo Sebut Media Tak Independen
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.10
Jumat, 7 Desember 2018 | 09:12 WIB

Dewan Pers Nilai Keliru Kalau Prabowo Sebut Media Tak Independen

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2018/12/07/5c09d28f0fb56-anggota-dewan-pers-keliru-besar-kalau-prabowo-sebut-media-memanipulasi-demokrasi_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Calon presiden Prabowo Subianto menemui pendukungnya setelah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustus 2018. - Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images

Anggota Dewan Pers menyebut pernyataan calon Presiden Prabowo Subianto bahwa media massa di Indonesia telah memanipulasi demokrasi sebagai "kesalahan besar".

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut karena menganggap "media tak berimbang memberitakan aksi reuni 212 di Monas".

Anggota Dewan Pers, Hendry Ch Bangun, mengatakan Prabowo semestinya membaca dan mempelajari lagi undang-undang tentang pers.

Menurut dia, keputusan media tak menjadikan reuni 212 sebagai berita utama menunjukkan independensi, sebab media harus bebas dari tekanan.

"Ketika menurunkan sebuah, media mempertimbangkan dengan baik visi dan misinya. Kalau dikatakan tidak independen, salah besar. Sebab kalau media menulis karena tekanan, justru tidak independen," jelas Hendry Ch Bangun kepada BBC News Indonesia.

"Lagipula, setiap media punya agenda masing-masing," sambungnya.

Saat berpidato di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional, Prabowo menyampaikan "kekesalannya" karena tidak semua media meliput dan menulis reuni 212 dihadiri "11 juta orang lebih".

Padahal baginya, aksi tersebut belum pernah terjadi dan merupakan kejadian pertama manusia berkumpul tanpa dibiayai oleh siapa pun.

"Tiap hari ada kira-kira lima hingga delapan koran dateng ke tempat saya. Saya hanya mau lihat, bohong apa lagi nih? Bohong apa lagi nih? Bohong apa lagi yang mereka cetak? Dan puncaknya adalah kemarin hari Minggu. Mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan," ujar Prabowo.

"Saya katakan, hai media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi," sambungnya.

Prabowo bahkan mengatakan tidak akan mengakui para jurnalis yang meliputnya dan menyebut wartawan sebagai "antek yang ingin menghancurkan Indonesia".

Kepada pengunjung yang datang, ia meminta agar tak menghormati para jurnalis lagi.

Sikap Ketua Umum Gerindra tersebut, menurut Hendry Ch Bangun, semestinya disampaikan dengan baik, bukan dengan menuding dan menghujat.

Sebab dari pengamatannya, sejumlah media nasional berada di jalur yang benar dalam meliput pemberitaan yang berkaitan dengan pilpres.

"Media itu kan sejatinya mengedepankan kepentingan publik, tidak partisan, dan itulah yang dilakukan sekarang. Kalau ada yang dianggap partisan, biar masyarakat yang menilai," imbuhnya.

"Sekarang bukan zamannya mengata-ngatai, lalu apa gunanya?"

Saksikan Juga

Bertemu Prabowo Awal 2020, Jokowi: Ini Tamu Besar!

BERITA - 6 bulan lalu
loading...