Derita Transmigran asal Lombok 'Terperangkap' Jadi Korban Gempa Palu
Jumat, 14 Desember 2018 | 19:06 WIB

Derita Transmigran asal Lombok 'Terperangkap' Jadi Korban Gempa Palu

Zakiyah ditinggalkan suaminya yang kawin lagi dengan wanita lain.
Zakiyah (kanan), warga asal Lombok yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
Photo :
  • VIVA/Satria Zulfikar

Zakiyah (kanan), warga asal Lombok yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

VIVA – Gempa yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada September 2018 menyisakan trauma mendalam pada para korban. Terlebih lagi gempa disertai tsunami dan likuifaksi.

Zakiyah, seorang warga Lombok yang telah 24 tahun berada di Palu sangat trauma dengan bencana tersebut. Rumah miliknya yang terletak di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Palu, rusak parah akibat gempa.

Parahnya, rumahnya berada di perbatasan wilayah yang terkena likuifaksi di Balaroa. Kini rumahnya masuk zona merah bahaya likuifaksi atau fenomena tanah yang semula padat menjadi mencair getaran efek gempa.

Zakiyah bercerita, waktu hari kejadian gempa dahsyat dan segera disusul tsunami itu, dia hendak salat Magrib lalu berguncanglah tanah yang dipijaknya. Dia bergegas menyelamatkan diri dan keluarga tetapi belum tahu situasi terkini Balaroa. "Dua hari [kemudian] baru saya tahu Balaroa sudah enggak ada," ujarnya saat ditemui VIVA pada Jumat, 14 Desember 2018.