BPOM Serukan Situs Belanja Online Ikut Setop Penjualan Kosmetik Ilegal
Kamis, 20 Desember 2018 | 17:16 WIB

BPOM Serukan Situs Belanja Online Ikut Setop Penjualan Kosmetik Ilegal

Produk kosmetik dan obat ilegal banyak dipasok dari kota-kota besar.
Kepala BPOM Penny K Lukito dalam seremoni pemusnahan produk kosmetik dan obat ilegal di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Desember 2018.
Photo :
  • VIVA/Adi Suparman

Kepala BPOM Penny K Lukito dalam seremoni pemusnahan produk kosmetik dan obat ilegal di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Desember 2018.

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyerukan kepada perusahaan penyedia jasa situs belanja daring atau online dan jasa pengiriman agar ikut berperan menghentikan perdagangan produk kosmetik dan obat ilegal.

BPOM mencatat, sepanjang 2018, produk kosmetik dan obat ilegal banyak dipasok dari kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, dan Cirebon. Gejala itu dapat dipahami karena kota-kota besar menjadi pasar utama bagi konsumen situs belanja online.

Karena itu, BPOM, selain bekerja sama dengan Kepolisian RI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengawasi produk-produk ilegal, juga meminta keterlibatan perusahaan-perusahaan situs belanja online dan jasa pengiriman.

“Mengawasi website-website, berkomunikasi juga dengan asosiasi jasa pengantar barang. Kurir juga salah satu ujung tombak yang harusnya bisa menyeleksi, menginformasikan kepada kami,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Bandung, Kamis, 20 Desember 2018.

Dalam penindakan selama 2018, kata Penny, BPOM terbantu oleh jasa kurir yang berani melaporkan distribusi produk ilegal. “Ada hasil penindakan kami karena informasi dari asosiasi kurir yang mendapatkan produk yang dijualbelikan melalui online, akhirnya kami bisa melakukan penangkapan,” katanya.