Korban Tsunami di Banten Masih Khawatir Anak Krakatau Terus Bergejolak
Korban Tsunami di Banten Masih Khawatir Anak Krakatau Terus Bergejolak
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.9
Selasa, 8 Januari 2019 | 11:04 WIB

Korban Tsunami di Banten Masih Khawatir Anak Krakatau Terus Bergejolak

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/01/08/5c3420655550e-korban-tsunami-di-banten-masih-khawatir-anak-krakatau-terus-bergejolak_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Dasep Habibi kehilangan dua anaknya dalam bencana tsunami tersebut.

Dasep Habibi tidak mampu menceritakan apa yang dialami dia dan keluarganya ketika terjadi tsunami bulan lalu di Banten, tanpa menguraikan air mata.

Pria berusia 31 tahun tersebut dan istrinya berhasil melarikan diri ke daerah lebih tinggi di kampungnya Sumur di dekat Anyer.

Namun mereka kehilangan dua orang anak, Muhammad Fajrul yang berusia 3 tahun dan Kaila, orok yang baru berusia 22 hari.

"Istri saya melihat gelombang besar itu namun saya ketika itu tidur." katanya.

"Saya berusaha mengangkat anak-anak namun saya hanya bisa menemukan bantal mereka."

"Ketika saya kembali lagi kemudian meski kaki saya cedera, saya yakin sekali mereka sudah meninggal, hanyut terbawa air."

Rumah keluarga itu rusak termasuk bengkel motor sumber utama pencarian keluarga tersebut.

Mereka adalah satu dari ribuan korban tsunami yang melanda Banten dan Lampung menjelang Natal tahun lalu yang terjadi hampir tengah malam tanggal 22 Desember.

A squat toilet amid wreckage at a beachside dwelling. Kerusakan yang terjadi di Sumur akibat gelombang tsunami 22 Desember lalu.

ABC News: Anne Barker

Sumur adalah salah satu kawasan di provinsi Banten yang paling parah mengalami kerusakan, dengan jalan yang rusak dan puing-puing yang berserakan membuat perjalanan ke daerah tersebut tidak bisa dilakukan sampai minggu lalu.

Saksikan Juga

Anak Krakatau Meletus, Dentuman Terdengar Hingga Jakarta

TVONE NEWS - 3 bulan lalu
loading...