Komite SDN Kauman 3 Malang Terima Laporan Banyak Siswa Dicabuli Guru - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 11 Februari 2019 | 17:40 WIB

Komite SDN Kauman 3 Malang Terima Laporan Banyak Siswa Dicabuli Guru

Wali Kota Malang, Sutiaji bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Kauman 3 Kota Malang
Photo :
  • VIVA/Luc

Wali Kota Malang, Sutiaji bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Kauman 3 Kota Malang

VIVA – Komite SDN Kauman 3 Kota Malang, Nanang Dwi Priono mengakui, banyak laporan masuk terkait dugaan pencabulan yang dilakukan guru olahraga berinisial IS kepada puluhan siswa.

Namun, Nanang enggan menyebut secara pasti jumlah siswa yang menjadi korban pencabulan.

"Jumlahnya banyak, pastinya saya tidak tahu. Korbannya itu ada dari kelas 3 sampai 5 SD. Guru ini sebenarnya baru mengajar di sini," kata Nanang, Senin 11 Februari 2019.

Nanang mengungkapkan, setelah mendapat laporan, sekolah menyelidiki dugaan pencabulan ini. 20 wali murid yang putrinya menjadi korban pencabulan telah dipanggil oleh pihak sekolah. Bahkan, kasus ini pertama kali dilaporkan ke sekolah oleh wali murid pada 25 Januari lalu.

"Pertama kali diketahui 25 Januari lalu. Wali murid bakal dikumpulkan lagi. Guru IS itu juga sudah dimintai keterangan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya," ujar Nanang.

Selain itu, Nanang mengatakan, pihak sekolah tak pernah melarang wali murid untuk lapor ke polisi. Pihak sekolah hanya mengimbau kasus pencabulan tak mencuat ke publik dan diselesaikan secara internal. Karena, dikhawatirkan mengganggu psikologis siswa.

"Kami tidak pernah melarang hanya mengimbau. Karena, yang kita pikirkan bukan nama sekolah, tetapi psikologi anak-anak karena ini kan soal masa depan anak. Takutnya ada trauma, karena mereka ini kan masih anak-anak," tutur Nanang.

Sementara itu, Kepala SDN Kauman 3 Kota Malang Irina Rosemaria mengatakan, telah menjelaskan dugaan pencabulan ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Bahkan, IS sudah tak tampak lagi mengajar di sekolah karena sudah di tarik oleh Dinas Pendidikan.

"Kami sudah lakukan sesuai prosedur, dia sudah sudah tidak di sini lagi. Kami juga sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan," kata Irina. (asp)
 

    Muat Lainnya...