Soekarwo Pamit karena Gaji Jadi Gubernur Jatim Tinggal Satu Amplop - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 11 Februari 2019 | 22:33 WIB

Soekarwo Pamit karena Gaji Jadi Gubernur Jatim Tinggal Satu Amplop

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam acara Purna Tugas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin malam, 11 Februari 2019.
Photo :
  • VIVA/Nur Faishal

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam acara Purna Tugas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin malam, 11 Februari 2019.

VIVA – Bukan Soekarwo jika tidak berlelucon saat berbicara di atas panggung. Itu pula yang terjadi ketika pria biasa disapa Pakde Karwo itu memberi ucapan pamit dalam acara Mohon Diri Purna Tugas sebagai Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Senin malam, 11 Februari 2019.

Pakde Karwo naik panggung bersama istrinya yang sekaligus bakal mantan Ketua PKK Jatim, Nina Soekarwo. Hadir pada kesempatan itu, gubernur-wakil gubernur terpilih Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para kepala daerah, tokoh agama dan masyarakat.

Pakde Karwo membuka pidatonya dengan menyapa pejabat penting yang hadir, termasuk Khofifah-Emil Dardak. Sampai pada nama keduanya itu, disampaikanlah informasi jadwal pelantikan yang akan dijalani pengganti Pakde Karwo itu di Istana. "Yang menurut informasi akan dilantik di Istana pada 13 Februari 2019 pukul 15.00 oleh Presiden," ujarnya.

Pakde juga menyampaikan detik-detik dia harus melepas jabatannya sebagai gubernur Jatim. Dia menyampaikan itu dengan gaya bercanda. "Saya bersama istri mohon pamit, karena gaji tinggal satu amplop (Pakde Karwo dan hadirin tertawa). Besok jam 24.00 berhenti dan Bu Khofifah bersama Mas Emil yang melanjutkan," katanya.

Banyak kesan disampaikan Pakde Karwo selama memimpin Jatim sepuluh tahun. Dia mengaku mampu membawa Jatim maju karena sinergi semua pihak. Dia menyebut Forkopimda dan tokoh agama sebagai teman. Salah satu keberhasilan yang dia utarakan ialah penutupan lebih dari 40 lokalisasi yang dirumuskan bersamai MUI tahun 2010. "Ketua MUI sampai bikin diklat Ikatan Dai Lokalisasi," ujarnya.

Khofifah berjanji melanjutkan kebijakan yang dimulai Pakde Karwo, sembari memunculkan hal baru yang lebih baik untuk kemajuan Jawa Timur. "Al-muhaafadzatu 'alaa qadiimish shaalih wal akhdzu bil-jadiidil ashlah (memihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik)," ujarnya mengutip diktum terkenal di dunia pesantren.

Khofifah-Emil Dardak dijadwalkan dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu, 13 Februari 2019. Pada Kamis, 14 Februari, akan digelar rangkaian penyambutan duet pemimpin Jatim baru itu, dari Masjid Al Akbar Surabaya dan berakhir di Gedung Negara Grahadi, bakal rumah dinas Khofifah. (ase)

    Muat Lainnya...