Hakim PN Surabaya Minta Jaksa Jemput Rian Si Pemesan Vanessa Angel - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 29 April 2019 | 20:23 WIB

Hakim PN Surabaya Minta Jaksa Jemput Rian Si Pemesan Vanessa Angel

Jika Rian tidak datang bisa masuk daftar pencarian orang.
Terdakwa kasus dugaan penyebaran konten asusila Vanessa Angel menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur
Photo :
  • ANTARA FOTO/Moch Asim

Terdakwa kasus dugaan penyebaran konten asusila Vanessa Angel menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur

VIVA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya mengeluarkan surat penetapan yang berisi perintah bagi Jaksa Penuntut Umum agar menjemput paksa Rian Subroto untuk bersaksi. Dia diketahui pria yang memesan jasa kencan seksual Vanessa Adzania alias Vanessa Angel. 

Majelis Hakim yang diketuai Anne Rusiana mengeluarkan penetapan tersebut setelah Rian mangkir dari tiga kali panggilan bersaksi. Begitu juga dalam sidang perkara itu yang digelar pada di PN Surabaya pada Senin, 11 April 2019. 

"Awalnya jaksa akan membacakan keterangan Rian di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), kami keberatan," kata penasihat hukum terdakwa Tentri Novanto, Robert Mantinia di Surabaya, Senin 29 April 2019.  

"Ini ada penetapan nomor 778/Pidsus/2019 tertanggal 29 April perintah hakim untuk menjemput paksa Rian Subroto. Kalau tidak menghadirkan, JPU koordinasi dengan pihak Polda untuk mengeluarkan DPO (daftar pencarian orang) supaya diketahui, Rian Subroto ini siapa?" kata Robert. 

Menurutnya, kehadiran dan kesaksian Rian penting untuk mengungkap fakta yang sebenarnya perkara prostitusi online yang membelit klien nya dan para terdakwa lain, termasuk Vanessa. Sebab, lanjut dia, tidak mungkin terjadi transaksi tanpa ada yang memesan. "Kasihan para terdakwa," ungkapnya. 

Sebelumnya, Robert mengatakan bahwa pihaknya curiga perkara kliennya direkayasa karena bukti transfer uang menuliskan nama pengirim berinisial HS, bukan Rian Subroto. Apakah Rian sendiri merupakan sosok fiktif? "Entah fiktif atau tidak, yang jelas hakim tidak melihat itu, tapi melihat fakta," ujarnya. 

Jika Rian tetap tidak bisa dihadirkan, Robert berpendapat bahwa kliennya dan semua terdakwa perkara itu harus dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan JPU. Adapun rencana jaksa yang akan membacakan BAP Rian menurutnya tidak bernilai. "Kalau jaksa bacakan BAP Rian, itu tidak ada nilainya. Harus dihadirkan," ucapnya. 
 

loading...
Muat Lainnya...