Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Kubu 01 dan 02 Rukun Selama Ramadan - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Sabtu, 4 Mei 2019 | 05:57 WIB

Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Kubu 01 dan 02 Rukun Selama Ramadan

"Kami berharap, Ramadan menjadi rahmat bagi kita semua."
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar

VIVA – Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar berharap, bulan suci Ramadan menjadi momentum bersatunya umat.

Memasuki bulan Ramadan yang berbarengan proses demokrasi, yakni Pemilu 2019, diminta semua pihak agar saling menjaga kerukunan dan saling menghargai.

Ia meminta, dua kubu yang sebelumnya terbelah karena perbedaan pilihan politik segera diakhiri. Hal itu dikatakan Nasaruddin, saat hadir dalam acara Multaqo Ulama di Jakarta, Jumat malam, 3 Mei 2019. 

"Kami berharap, Ramadan menjadi rahmat bagi kita semua. Kami mengajak umat untuk menghadapi Ramadan dengan penuh solidaritas, ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian,” ujar Nasaruddin dalam tausiyahnya .

Mantan Wakil Menteri Agama itu menyebut, apresiasi dari berbagai negara terhadap Indonesia yang mampu melaksanakan sistem demokrasi saat ini dengan baik. Baginya, partisipasi masyarakat dalam politik di Tanah Air begitu terbuka. 

"Kita bersyukur, Indonesia tampil menjadi negara demokrasi. Banyak negara sekarang ini ingin seperti Indonesia. Tidak bisa. (Karena) nasib mereka ditentukan oleh segelintir darah biru,” kata dia. 

Nasaruddin pun mengingatkan, agar tidak menodai bulan suci Ramadan, demi kepentingan politik. Semua pihak diminta menahan diri, apalagi pada saat bersamaan puasa tengah berlangsung proses penghitungan suara. 

Seperti diketahui Multaqo Ulama diinisasi oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang, KH Maimun Zubair atau dikenal Mbah Moen yang mengajak para ulama, habaib, dan cendekiawan muslim untuk turut menjaga stabilitas keamanan. 

“Kalau kita membiarkan suara kita menghujat orang, sementara kita sedang puasa, kita tahu kan dosanya. Jadi berhentilah. Mari kita ke depankan bulan suci Ramadan,” ujar Nazaruddin.

Di kesempatan yang sama, KH Maimun Zubair berpendapat hal serupa. Menurut dia, sebagaimana putusan Multaqo, agar ketenangan selama Ramadan turut dijaga.

Terkait hasil penghitungan suara 22 Mei yang jatuh pada bulan puasa, ia juga yakin, nanti akan berlangsung aman. 

Hal itu diminta kepada seluruh ulama, habaib, dan cendekiawan, agar menyerukannya kepada seluruh masyarakat. 

"Insya Allah, nanti penghitungan suara aman, Insya Allah aman. Ramadan tenangkan, sebagaimana putusan Multaqo," tegasnya. (asp)

loading...
Muat Lainnya...