Di Depan Dubes Tiongkok, Said Aqil: Tidak Ada Karakter China Menjajah
Jumat, 10 Mei 2019 | 00:07 WIB

Di Depan Dubes Tiongkok, Said Aqil: Tidak Ada Karakter China Menjajah

Berbeda dengan Eropa yang menjajah Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj
Photo :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj

VIVA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj, mengungkapkan keterkaitan antara penyebaran Islam di tanah air dengan China. Hal itu dia ungkapkan saat berbuka puasa bersama Dubes Tiongkok, Xiao Qian, di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jl. M. Kahfi 1 Cipedak, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.

"Sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah China, sebelum Majapahit berdiri China sudah datang kemari," ujar Said.

Sebabnya, banyak orang muslim China yang menyebarkan Islam di tanah air salah satunya yang ada di Pulau Jawa ini. Bahkan, kata dia, berdirinya Majapahit karena tentara China yang membantu Raden Wijaya, jadi tidak mungkin sejarah Indonesia dipisahkan dari China.

"Para Wali Songo banyak sekali keturunan China atau punya istri China, Sunan Gunung Djati istrinya Ongtien dari China, Raden Fatah, Raja Islam pertama di Demak, ibunya China, Dewi Retno. Yang menyebarkan Islam di Jawa Barat Syekh Kuro Hasanuddin itu orang China yang mengislamkan Prabu Siliwangi," katanya.

loading...