Bupati Ditahan KPK, Ganjar Tunjuk Wabup Pimpin Jepara - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 14 Mei 2019 | 23:27 WIB

Bupati Ditahan KPK, Ganjar Tunjuk Wabup Pimpin Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi jadi tersangka suap hakim.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di KPK
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di KPK

VIVA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan Wakil Bupati Kabupaten Jepara, Dian Kristiandi untuk mengambil alih kepemimpinan pasca penahanan sang bupati Achmad Marzuqi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ganjar juga meminta agar pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

"Kemarin saya sudah komunikasi pada wakil Bupati untuk segera mengambil langkah-langkah pengelolaan pemerintahan (paska penahanan bupati Jepara), " kata Ganjar di Semarang, Selasa, 14 Mei 2019.

Terkait penunjukan itu, Gubernur juga telah berkomunikasi melalui asisten terkait penunjukan pelaksana tugas (Plt) Bupati. Sebab sebelum ada penetapan, maka Plt memang harus ditunjuk secepatnya. "Nanti Wakil Bupati secara otomatis menjadi pelaksana tugas (Plt), berdasarkan undang-undangnya memang seperti itu," terangnya.

Ganjar juga menyesalkan apa yang terjadi di Kabupaten Jepara tersebut. Namun menurutnya, pemerintahan khususnya pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. "Nanti jalan saja, mekanis saja seperti dulu kejadian di Kota Tegal, Kebumen, Purbalingga," imbuh Ganjar.

Bupati Jepara, Achmad Marzuqi sebelumnya ditahan oleh KPK pada Senin, 13 Mei 2019. Bupati asal PPP itu ditahan atas kasus dugaan suap kepada Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini, yakni Hakim Lasito.

Kasus ini bermula saat Ahmad Marzuqi ditetapkan sebagai tersangka Bantuan Partai Politik (Banpol) PPP di Jepara tahun 2011-2014 oleh Kejaksaan Tinggi Jateng. Atas penetapan tersangka itu, Marzuqi melakukan upaya hukum gugatan praperadilan.

Dalam sidang praperadilan di PN Semarang, hakim yang menangani perkara itu, Lasito menyatakan bahwa penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan harus dibatalkan.

Ternyata, agar statusnya gugur, Ahmad Marzuqi memberikan suap kepada Hakim Lasito. Suap sang bupati kepada hakim tersebut sebesar Rp700 juta.  Uang itu diberikan dua tahap, pertama Rp500 juta diberikan dalam bentuk rupiah dan sisanya Rp200 juta diberikan dalam pecahan dolar.
 

Saksikan Juga

KPK Periksa Kembali Imam Nahrawi Sebagai Saksi Miftahul Ulum

TVONE NEWS - 6 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...